Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan gaya lama yang dimaksudnya itu adalah ketika Sandiaga mencoba membawa satu isu untuk mengeneralisasi suatu masalah. Gaya-gaya seperti itu, kata Ray, sudah tidak efektif lagi untuk Sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray mengatakan Sandi harus tampil menyerang. Pasalnya, pada debat ketiga dengan tema pendidikan, sosial budaya, ketenagakerjaan, dan kesehatan, itu kubu Sandiaga lebih banyak diunggulkan.
Direktur LIMA Ray Rangkuti (tengah). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
Caranya adalah dengan menyerang Ma'ruf dengan isu-isu ketenagakerjaan dan kesehatan. Menurutnya, kubu petahana cukup lemah di isu itu.
Hanya saja, kata Ray, Sandiaga tetap harus berhati-hati meski kubunya unggul dalam isu ini. Pasalnya, kubu petahana pasti sudah menyiapkan jurus tertentu untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan soal kesehatan dan ketenagakerjaan.
Terpisah, Sandiaga menyatakan bahwa dirinya akan tampil apa adanya dalam debat pada 17 Maret itu. Ia juga mengincar suara pemilih mengambang lewat debat ini.
"Harapan kami tampil apa adanya, ingin menyampaikan bahwa acara debat adalah kesempatan menyuarakan dan [memberi] solusi pada masyarakat," kata Sandiaga Usai acara 'Halaqoh K2 Aswaja Komunitas Kiai Ahlusunah Waljamaah Menuju Indonesia Menang, Adil, dan Makmur', di Pekalongan, Kamis (14/3) dikutip dari Antara.
"Bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga akan melakukan perubahan buat Indonesia dengan memberikan pemahaman agar masyarakat yang belum menentukan pilihan bisa menentukan pilihan secara mantap," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)
Direktur LIMA Ray Rangkuti (tengah). (