Pascabom Sibolga, Warga Masak dan Tidur di Pinggir Jalan

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 19:40 WIB
Pascabom Sibolga, Warga Masak dan Tidur di Pinggir Jalan Warga mengungsi ke pinggir jalan pascaledakan bom di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumut. (Dok. Istimewa)
Medan, CNN Indonesia -- Ledakan bom yang terjadi di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, menyebabkan rumah-rumah warga mengalami kerusakan. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke pinggir jalan.

Sebelumnya, bom meledak di dekat kediaman Abu Hamzah (AH) alias Uppang saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya, Selasa (12/3) siang. Ledakan menyebabkan kepanikan. Sejumlah warga dan seorang petugas kepolisian terluka.

Pada Rabu (13/3), istri dan dua anak Abu Hamzah meledakkan diri di rumahnya setelah aparat kepolisian dibantu tokoh agama setempat gagal melakukan negosiasi.

Sejak hari pertama ledakan, warga tidak bisa kembali ke rumah. Mereka terpaksa harus tidur di jalanan dan di teras-teras rumah warga yang tidak terdampak.

Apalagi, tenda pengungsian juga belum dibangun. Untuk makan, warga juga telah mendirikan dapur umum seadanya di pinggir jalan. Mereka bergotong royong memasak dengan menu nasi, mi instan ataupun telur dadar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga Juangon Daulay mengatakan warga mengungsi ke rumah-rumah warga lainnya yang tidak terdampak. Ia mengakui belum ada pembangunan dapur umum.

"Kita menangani pengungsian. Posko sudah kita buat. Sampai saat ini belum bisa masuk ke lokasi untuk mendata berapa kerusakannya. Sepertinya bakal lama masa tanggap daruratnya," kata Juangon, Kamis (14/3) sore.

Saat ini, kepolisian masih bersiaga di lokasi dan melakukan sterilisasi di wilayah itu. Pemukiman disterilkan dalam radius 100 meter dari kediaman AH. Apalagi setelah istri dan dua anak Abu Hamzah meledakkan diri di rumah itu.

Belum ada data resmi jumlah rumah warga yang terdampak ledakan. Instansi terkait masih melakukan pendataan. Sebagian rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga rusak berat.

[Gambas:Video CNN]


(fnr/arh)