Survei: Kaum Muda Banyak Golput, 'Undecided Voters' Naik

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 17:34 WIB
Survei: Kaum Muda Banyak Golput, 'Undecided Voters' Naik Ilustrasi golput. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga survei Alvara Research Center menyatakan jumlah pemilih yang belum memutuskan atau undecided voters meningkat dibandingkan tahun lalu. Pasangan calon presiden-wakil presiden pun diminta waspada dengan fenomena golput, terutama dari kalangan pemilih muda.

Pada survey sebelumnya, Desember 2018, pemilih yang belum memutuskan mencapai 10,6 persen. Sementara, pada survei terbaru jumlah pemilih ini meningkat menjadi 11,4 persen.

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menjelaskan bahwa pemilih yang belum memutuskan terbanyak berasal dari pemilih muda.


"Ada ceruk pemilih yaitu pemilih muda di mana persentase yang belum memutuskan pilihan lebih besar dibandingkan generasi lainnya. Selain itu partisipasi mereka dalam menggunakan hak pilih juga lebih rendah, hal ini berpotensi menjadi golput," ujar Hasan di Hotel Oria, Jakarta, Jumat (15/3).

Menurutnya, banyak alasan kenapa para pemilih muda masih belum menentukan pilihannya. Pertama, bisa jadi karena mereka tidak terlalu aktif mengikuti berita-berita politik. Kedua, mereka cenderung apatis terhadap proses-proses politik. Ketiga, pengetahuan mereka terkait politik tidak terlalu besar.

Hasanuddin Ali, Pendiri dan CEO Alvara Research Center.Hasanuddin Ali, Pendiri dan CEO Alvara Research Center. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Hasan menyebut kedua pasangan kandidat presiden-wakil presiden harus waspada terhadap fonomena golput dan kejenuhan psikologis pemilih menjelang Pemilu 2019.

"Kedua kandidat harus mewaspadai fenomena Golput dan kejenuhan psikologis pemilih menjelang tahap-tahap akhir masa kampanye Pemilu 2019," ujarnya.

Jenis golput yang harus diwaspadai, lanjut Hasan, yaitu golput ideologis, golput teknikal, serta golput apatis.

"Golput ideologis artinya orang yang tidak memilih karena secara ideologi dia tidak suka dengan kedua kandidat; golput teknikal artinya golput yang memang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena alasan teknis bisa karena domisili atau karena waktu," jelas dia.

"Dan terakhir golput apatis, artinya orang yang tidak peduli dengan adanya pemilu atau tidak," Hasan menambahkan.

Lebih lanjut, Hasan juga mengatakan bahwa kemenangan kandidat Capres 2019 akan sangat ditentukan oleh perebutan suara diceruk pemilih Jawa dan Sumatera, pemilih muda, pemilih kelas menengah dan pemilih muslim. Sehingga, elektabiltas pada ceruk tersebut yang perlu diperhatikan.

Survei: Kaum Muda Banyak Golput, 'Undecided Voters' NaikFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Sebelumnya, PolMark Indonesia dalam surveinya di 73 daerah pemilihan pada periode 7 Oktober 2018 hingga 12 Februari 2019 menyebut jumlah responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters mencapai 33,8 persen.

Sementara elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul dengan angka 40,4 persen, atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang meraih 25,8 persen suara.

[Gambas:Video CNN] (sas/arh)