Survei Alvara: Prabowo-Sandi Kuasai Sumatera

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 16:24 WIB
Survei Alvara: Prabowo-Sandi Kuasai Sumatera Prabowo-Sandi menurut survei Alvara masih menguasai seluruh Pulau Sumatera. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei terbaru dari Alvara Research Center mengungkap elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Prabowo-Sandi hanya unggul di wilayah Sumatera.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf secara umum sebesar 53,9 persen, Prabowo-Sandi hanya 34,7 persen dengan 11,4 persen responden belum memutuskan pilihan.

Jokowi-Ma'ruf unggul hampir di seluruh area kepulaian kecuali Sumatera. Di Sumatera, Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 40,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi meraih 46,3 persen.


"Untuk setiap wilayah di Sumatera Pak Prabowo unggul karena basisnya mereka memilih Pak Prabowo," ujar Founder dan CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali di Hotel Oria, Jakarta, Jumat (15/3).

Survei Alvara Research dilakukan pada 22 Februari hingga 2 Maret 2019 dengan melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia.

Para responden diambil berdasarkan metode multistage random sampling. Pulau Sumatera menyumbang 259 responden. Semua responden diwawancara dengan metode tatap muka. Margin of error survei ini sebesar 2,88 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Di pulau-pulau lain, pasangan Prabowo-Sandi tersungkur. Di Pulau Jawa dengan total 684 responden, Jokowi Ma'ruf meraih 58,0 persen, Prabowo-Sandi hanya 29,4 persen dengan jumlah yang belum memutuskan sebesar 12,6 persen.

Jokowi-Ma'ruf juga unggul di Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Papua, dan Bali-Nusa Tenggara.

"Pemilih di Jawa dan Sumatera akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenang di Pemilu Presiden 2019," kata Hasanuddin.

Di sisi lain Alvara juga mencatat tren elektabilitas Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf sama-sama mengalami sedikit penurunan terutama di periode Agustus 2018 ke Februari 2019.

Prabowo-Sandi mengalami penurunan 0,4 persen atau dari 35,1,3 persen menjadi 34,7 persen. Jokowi-Ma'ruf juga mengalami penurunan 0,4 persen, dari 54,3 persen menjadi 53,9 persen. Adapun jumlah undecided voters meningkat dari 10,6 persen pada Desember 2018 menjadi 11,4 persen pada Februari 2019. 

Alvara juga mencatat ada pertarungan sengit antara kedua paslon dalam merebut ceruk suara dari pemilih muda generasi Z dan milenial. Di kalangan generasi Z (usia 17-21 tahun), elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 44,0 persen, diikuti Prabowo-Sandi 42,5 persen dan 13,4 persen jumlah undecided voters.

Sedangkan di generasi milenial (usia 22-37 tahun), Jokowi-Ma'ruf meraih 51,5 persen, Prabowo-Sandi 37,2 persen, dan 11,3 persen jumlah undecided voters.

"Pertarungan ketat juga terjadi dalam memperebutkan pemilih kelas menengah," ujar Hasanuddin.

Survei Alvara tak jauh berbeda dengan sejumlah lembaga lain. Lembaga seperti LSI Denny JA, Cyrus Network, hingga PolMark Indonesia menempatkan Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi. (sas/wis)