Kantor Pusat PPP Digembok Usai Romi Terjaring OTT KPK

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 20:34 WIB
Kantor Pusat PPP Digembok Usai Romi Terjaring OTT KPK Suasana kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berada di jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Jumat (15/3). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Diponegoro, Jakarta, tampak sepi dan gerbangnya digembok. Kondisi ini terjadi setelah Ketua Umum PPP Romahurmuziy diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jumat (15/3).

Dua gerbang kantor DPP PPP yang menghadap ke Jalan Diponegoro dan Jalan Pegangsaan Barat, semuanya ditutup dan digembok. Di halaman kantor DPP PPP terlihat tiga orang berada di pos satpam dekat gerbang, Jalan Diponegoro.

Pintu kantor DPP PPP terlihat terbuka, tapi tidak tampak orang yang keluar atau masuk di pintu itu. Dua unit mobil, yakni Toyota Avanza dan Suzuki Ignis cokelat, diparkir di dekat pintu tersebut. Agak jauh dari lokasi mobil, tampak tiga unit motor terparkir.


Seorang satpam di kantor DPP PPP yang mengenakan baju batik lengan panjang warna cokelat dan celana panjang warna hitam, tampak berjalan dari Pos Satpam ke tengah halaman. Saat ditanya dari luar pagar terkait penutupan gerbang, dia mengatakan tidak boleh masuk.


Ketika ditanya kembali apakah wartawan boleh masuk, dia menegaskan, "Tidak boleh masuk," katanya sambil melambaikan tangan, seperti dikutip Antara. Petugas satpam itu mengatakan di dalam gedung ada orang, namun tak menyebut nama.

Seorang jurnalis televisi di kantor DPP PPP mengatakan timnya berada di lokasi tersebut sejak sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, pintu gerbang yang menghadap ke Jalan Pegangsaan Barat, masih dibuka.

Dia bersama sejumlah jurnalis lainnya masuk ke halaman dan bertanya kepada satpam. Namun, begitu satpam mengetahui Romi ditangkap petugas KPK di Surabaya, satpam itu meminta wartawan ke luar halaman kantor, kemudian pintu gerbang itu digembok.


Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani menyatakan belum bisa memberikan pernyataan kepada media. Pihaknya masih akan rapat internal untuk menyikapi persoalan yang dihadapi ketua umumnya.

"Malam ini kami baru akan rapat. Maaf, saat ini saya belum bisa memberikan pernyataan," kata Arsul seperti dikutip Antara.

KPK dikabarkan melakukan OTT di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3). Dari informasi penegak hukum, salah satu pihak yang ditangkap adalah Romi.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan soal operasi senyap tersebut. Namun dia tak membeberkan identitas para pihak yang diamankan dalam OTT dimaksud. Dia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu keterangan resmi dari KPK.

"Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam/besok pagi," ujar Agus kepada CNNIndonesia.com.


[Gambas:Video CNN] (Antara/pmg)