BPN Prabowo-Sandi Duga Romi PPP Sudah Lama Jadi Target KPK

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 15:51 WIB
BPN Prabowo-Sandi Duga Romi PPP Sudah Lama Jadi Target KPK Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy mengenakan kostum Gatotkaca dalam deklarasi kampanye damai KPU. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono menduga Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau sudah lama menjadi target Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui KPK dikabarkan menangkap Romi di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3).

"Saya rasa bisa jadi yang bersangkutan memang sudah lama jadi target dari KPK," kata Ferry di Pendopo Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Jumat (15/3).

Dia pun mengaku mengapresiasi kinerja KPK yang tak pandang bulu dalam menegakkan hukum, terutama dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku korupsi, apapun jabatannya.


"Oleh karena itu kita mengapresiasi kerja KPK yang kemudian membuktikan kepada masyarakat bahwa hukum itu juga bisa tajam ke atas," kata dia.

Meski begitu, Ferry tak ingin terlalu banyak memberi komentar terkait OTT yang kabarnya menangkap Romi itu. Apalagi menyangkutkannya dengan potensi merosotnya elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01 Joko Widodo-Ma'ruf yang diusung PPP.

Sebab hingga saat ini pun belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK terkait OTT dimaksud.

"Kami juga tidak mau menyampaikan terlalu jauh tentang peristiwa OTT ini karena biar nanti KPK yang biasanya memberikan konferensi pers resmi peristiwa penangkapan Pak Rohmahurmuziy," katanya.

Yang jelas kata dia, peristiwa ini mesti menjadi pelajaran untuk semua lapisan masyarakat agar terus menjunjung tinggi hukum.

"Mudah-mudahan ya ini menjadi pelajaran buat kita semua," kata dia.

KPK dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3). Dari informasi penegak hukum, salah satu pihak yang ditangkap adalah Romi.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan soal operasi senyap tersebut. Namun dia tak membeberkan identitas para pihak yang diamankan dalam OTT dimaksud. Dia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu keterangan resmi dari KPK.

"Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam/besok pagi," ujar Agus kepada CNNIndonesia.com. (tst/osc)