Romi Terciduk KPK, PPP Tak Khawatir Elektabilitas Anjlok

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 22:49 WIB
Romi Terciduk KPK, PPP Tak Khawatir Elektabilitas Anjlok Anggota Majelis Tinggi PPP Hasrul Azwar. (Foto: Arie Riswandy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Majelis Tinggi PPP Hasrul Azwar tak mengkhawatirkan elektabilitas partainya akan tergerus usai Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi ditangkap KPK.

Menurutnya, penangkapan Romi tidak akan memengaruhi elektabilitas partai berlambang kakbah tersebut.

"Kami dari dulu diajarkan optimistis, jadi tidak ada kekhawatiran [elektabilitas berkurang], selalu optimis, dan kami sudah berpengalaman untuk itu," kata Hasrul saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (15/3).


Romi ditangkap penyidik KPK di depan Hotel Bumi, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. KPK menyebut OTT terhadap Romi itu terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama Republik Indonesia.


Hasrul menegaskan PPP sudah teruji dan memiliki pengalaman politik yang panjang dalam kontestasi pemilu di Indonesia.

Salah satunya, kata dia, PPP diprediksi oleh sejumlah lembaga survei pada Pemilu 2014 lalu tak akan lolos ke parlemen karena mantan Ketum PPP saat itu, Suryadharma Ali tersandung kasus korupsi Haji pada 2014 silam.

Namun, kata Hasrul, partainya mampu mematahkan prediksi tersebut dan tetap melenggang ke Senayan dengan perolehan 6,53 persen suara.

"Jadi apa yang menimpa ketua umum hari ini saya sebagai kader PPP yang lama sudah tujuh periode jadi anggota DPR, saya yakin tidak akan memengaruhi elektabilitas," kata dia.


Hasrul juga mengatakan faktor citra Ketua Umum PPP tak terlalu berpengaruh signifikan untuk mendongkrak suara partainya di beberapa daerah pemilihan.

Ia mencontohkan bahwa faktor citra caleg di wilayah Sumatera Utara justru lebih menentukan untuk meraih suara ketimbang citra ketua umum parpol.

Terlebih lagi, kata dia, PPP sendiri sudah memiliki basis massa dari kalangan tradisional yang loyal untuk memilih dari satu perhelatan pemilu ke pemilu lainnya.

"Rakyat sudah dewasa. Terutama pemilih tradisional. Mereka tahu apa yang akan mereka lakukan," kata dia.


[Gambas:Video CNN] (rzr/ugo)