Pakaian Ma'ruf dan Beban Sandi di Debat Cawapres

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 16:24 WIB
Pakaian Ma'ruf dan Beban Sandi di Debat Cawapres Calon wakil presiden nomer urut 01 Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perbedaan status, pengalaman, dan gaya diprediksi akan jadi penentu jalannya debat cawapres pada Minggu (17/3). Faktor-faktor itu dipandang akan menjadi beban tersendiri bagi cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Gun Gun Heryanto menyatakan gaya komunikasi antara Sandi dengan lawannya, cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin, jauh berbeda.

Dari sisi busana, misalnya, Gun Gun melihat Ma'ruf tak pernah melepas statusnya sebagai tokoh agama yang terus menggeluti urusan umat. Gaya berkomunikasi Ma'ruf pun dinilai punya narasi serupa sebagai perwakilan ulama yang berbicara di hadapan publik.


"Kita sama-sama tahu Kiai Ma'ruf adalah representasi ulama dan tokoh agama, pakaiannya saja sudah beda. Dan cara bertutur Kiai Ma'ruf mungkin lebih terkontrol menjaga posisinya sebagai ulama," ujar Gun Gun kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (13/3).


Atas alasan itu, Gun Gun memperkirakan Sandi akan lebih banyak menata sikap dan ucapannya dalam debat nanti. Terlebih selama ini mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu punya gaya komunikasi yang jauh lebih atraktif dan fleksibel ketimbang Ma'ruf.

Gun Gun meyakini Sandi selama di panggung debat nanti akan mengalami hambatan psikologis untuk mendebat Maruf. Jika pun ada serangan yang terlontar, Sandi dinilai bakal sangat berhati-hati agar tidak berimbas buruk baginya.

HOLD-Pakaian Ma'ruf dan Beban Sandi di Debat CawapresCawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Mungkin lebih kepada sindiran, kalimat analogi dan sejenisnya, yang mungkin tidak seatraktif debat kemarin, lebih hati-hati dan formal," ujar Gun Gun.

"Jadi menurut saya ini bebannya lebih di Sandi," ucap dia.

Pada kesempatan yang berbeda, pakar komunikasi politik Universitas Bunda Mulia, Silvanus Alvin berpendapat serupa. Alvin memprediksi Ma'ruf akan mengunci Sandi dalam melempar argumen-argumen tajam sekalipun itu berbasis data dan fakta.

"Tentu ini akan jadi sebuah situasi yang agak timpang, agak kurang menguntungkan bagi Sandi karena dia tidak bisa melontarkan pernyataan-pernyataan ofensif kepada Ma'ruf meski pakai fakta. Karena status kiai ini kan tidak bisa dipandang sebelah mata," katanya.


Terlepas dari itu, Alvin menilai Sandi dan Ma'ruf punya tujuan dan pendengar yang berbeda. Gaya komunikasi Sandi menurutnya akan lebih diterima oleh khalayak muda. Sementara, Ma'ruf bakal lebih mengedepankan sosoknya sebagai seorang kiai.

Sandi sendiri sudah mengakui dirinya akan sungkan menghadapi Ma'ruf di panggung debat. Namun ia berjanji akan tampil apa adanya tanpa melontarkan serangan kepada Ma'ruf.

"Saya apa adanya. Tapi tentunya saya akan usahakan debat ini bukan saling serang menyerang, tapi menampilkan sisi lain dari paslon agar membantu masyarakat mantap memilih salah satu," ucap Sandi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/3).

Pada debat ketiga kali ini, KPU menetapkan empat tema yang akan diikuti Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, yakni pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan budaya.

[Gambas:Video CNN] (bin/pmg)