Banjir Bandang di Sentani, Dua Orang Meninggal Terseret Arus

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 04:33 WIB
Banjir Bandang di Sentani, Dua Orang Meninggal Terseret Arus Ilustrasi banjir. (ANTARA FOTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir melanda kawasan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/3). Dua warga dilaporkan meninggal akibat terseret arus banjir.

Seperti dilansir Antara, Kepala SAR Jayapura Putu Arga, membenarkan adanya laporan dua warga yang meninggal dunia akibat terseret banjir. Bahkan salah satu korban saat ini masih berada di kantor SAR di Sentani.

Korban yang berada di kantor SAR adalah anak perempuan berusia sekitar lima tahun. Identitas korban belum diketahui.


Banjir itu diduga dampak hujan deras yang melanda kawasan Sentani sejak sore. Namun, petugas SAR belum bisa memantau langsung di lapangan karena arus air cukup deras dan membawa berbagai material dari gunung.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Sumartono, secara terpisah mengatakan selain sejumlah kawasan terendam banjir, hujan deras juga menyebabkan jembatan putus.

Adapun kawasan yang dilaporkan banjir di antaranya Doyo Baru, BTN Grand Doyo, BTN Gajah Mada, BTN Bintang Timur dan Kampung Toladan, kata Sumartono.

Banjir itu juga memutus jalan raya Sentani-Kemiri, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Sekitar pukul 20.30 WIT, Sentani dan sekitarnya terjadi bencana alam banjir kiriman yang diperkirakan dari Gunung Syklop," kata Komandan Lanud Silas Papare Jayapura, Marsma TNI Tri Wibowo Budi Santoso.

[Gambas:Video CNN]

Banjir tersebut membawa material tanah, batu bahkan kayu dalam bentuk gelondongan dalam jumlah yang cukup banyak.

"Sehingga hal ini mengakibatkan terputusnya Jalan Raya Sentani-Kemiri dan masuk ke dalam Kompleks Lanud," katanya.

Ia juga mengungkapkan debit air di Sungai Kemiri meluap hingga menggenangi empat unit rumah dan Masjid Ababil Lanud Silas Papare.

"Sekitar pukul 20.50 WIT, dilaporkan debit air bertambah dan menuju Mess Rajawali yang berada di Komplek Lanud Silas Papare. Namun tidak ada korban jiwa," katanya.
"Sampai kini hujan masih terjadi. Banyak material sampah kayu dalam bentuk bulatan besar, batu, tanah masuk ke dalam kompleks kami. Saya sudah perintahkan kepada jajaran untuk waspada dan cepat tanggap dengan situasi guna membantu warga," katanya.

[Gambas:Video CNN] (Antara/ayp)