Sandiaga: Saya Pernah Jadi Pengangguran

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 21:36 WIB
Sandiaga: Saya Pernah Jadi Pengangguran Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiga Uno mengaku pernah jadi pengangguran. Hal ini diceritakan Sandi saat memaparkan gagasannya terkait isu ketenagakerjaan di Debat Calon Wakil Presiden 2019.

"Saya pernah menjadi pengangguran. Yang dibutuhkan itu sebenarnya adalah kesempatan," kata Sandi di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu (17/3).

Dengan perjalanan yang panjang, Sandi menyebut dirinya kini bisa membuka sebanyak 30 ribu lapangan pekerjaan. Menurut Sandi, pengangguran hanya perlu kesempatan dan peluang yang harusnya diciptakan oleh pemerintah sebagai regulator.


"Karena seorang pengangguran tidak butuh belas kasihan tapi peluang, saya dapat membuka lapangan kerja sebanyak 30 ribu," jelas dia.

Salah satu cara Sandi membuka lapangan pekerjaan saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta ialah menerapkan program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE). Dia mengklaim programnya itu sudah menurunkan 20 ribu pengangguran di Ibu Kota.

"Mereka mungkin bisa diarahkan kewirausahan, mereka bisa bergabung dengan OK OCE. Di Jakarta OK OCE dapat menurukan pengangguran sebanyak 20 ribu dengan pendidikan di rumah siap kerja dan membuka peluang," kata dia.
Sandiaga: Saya Pernah Jadi PengangguranDebat Cawapres Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Dengan cara itu, Sandi optimistis Indonesia bisa menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang besar di dunia. Sandi pun menawarkan program 'Rumah Siap Kerja' sebagai pusat pelayanan penyedia lapangan pekerjaan.

"Dengan one stop service, me-link and match apa yang dibutuhkan penyedia lapangan kerja. Dan kita melihat bagaimana perusahaan merekrut mereka dan menawarkan program magang kepada anak-anak muda," jelas dia.

"Kita akan hadirkan ini di tiap kecamatan sampai tingkat desa," tutup dia.

Debat ketiga Pilpres 2019 hanya melibatkan dua cawapres yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Debat mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. (ctr/sur)