BPN Ragu Polisi Usut Kasus NU Jadi Fosil Jika Ma'ruf Kalah

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 21:57 WIB
BPN Ragu Polisi Usut Kasus NU Jadi Fosil Jika Ma'ruf Kalah BPN Prabowo-Sandi tak yakin polisi akan proses kasus hoaks yang disaksikan Ma'ruf Amin soal NU akan jadi fosil. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean skeptis kepolisian bakal memproses jika pihaknya melaporkan pendakwah yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) akan menjadi fosil apabila cawapres 01 Ma'ruf Amin kalah dalam Pilpres 2019. Karenanya, BPN masih mengkaji langkah terbaik yang akan diambil.

"Masih didiskusikan apakah akan menempuh jalur hukum atau membiarkan saja, Karena toh nanti laporan kita ujung ujungnya tidak ditindaklanjuti," ucap Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (19/3).

Ferdinand merupakan juru bicara BPN. Tidak termasuk anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN. Meski demikian, dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Direktorat Hukum dan Advokasi.


Hal itu dilakukan karena Prabowo-Sandi telah difitnah. Ferdinand menyebut apa yang disampaikan pendakwah NU adalah bentuk kampanye hitam. Oleh karena itu, lazim jika dirinya dan BPN mengkaji perihal kemungkinan mengambil langkah hukum.


"Ini fitnah, hoaks, tidak benar seperti itu kondisinya jika 02 menang. Kami sedang koordinasi dengan direktorat hukum," kata Ferdinand.

Ferdinand menegaskan bahwa Paslon 02 memperoleh banyak dukungan dari kelompok Islam. Berangkat dari fenomena tersebut, Ferdinand menekankan kepentingan umat Islam tidak akan diabaikan. Termasuk keluarga besar NU beserta segala jenis ritual keagamaan yang sejak lama diterapkan.

Ferdinand lantas menagih ucapan Ma'ruf yang bertekad melawan hoaks selama masa kampanye Pilpres 2019 berjalan. Dia yakin Ma'ruf mendengarkan secara jelas apa yang diucapkan pendakwah. Tentu karena Ma'ruf berada di lokasi.

"Ini kita tunggu sebenarnya reaksi dari Ma'ruf Amin yang katanya bersumpah demi Tuhan demi Allah untuk memerangi Hoaks. Ternyata di hadapannya sendiri Hoaks disampaikan," kata Ferdinand.


Sebelumnya, beredar video ceramah yang dihadiri cawapres 01 Ma'ruf Amin. Dalam video, terdengar pendakwah mengatakan bahwa pihak yang tak suka dengan NU akan bangkit jika Maruf kalah dalam Pilpres 2019. Bahkan dia menyebut budaya ahlussunah soal jama'ah juga akan dihapus.

"Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di Istana, jangan berpikir ada Hari Santri apabila sampai Kiai Ma'ruf ini kalah," ujar seorang pendakwah dalam video yang diunggah akun Twitter @tohir2349, Senin (18/3).

Pendakwah itu melanjutkan, "Jawabnya hanya satu, kalau ingin semuanya masih 17 April yang akan datang semua kita jawab untuk memenangkan Kiai Ma'ruf Amin. Itu adalah jawaban, bagaimana menyelamatkan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan bagaimana menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar dia.

[Gambas:Video CNN] (bmw/DAL)