Rumah Abu Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Terbakar, Satu Tewas

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 08:17 WIB
Rumah Abu Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Terbakar, Satu Tewas Rumah abu dan Balai Pengobatan Tjie Lam Tjay di kawasan Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang, Kamis (31/3) ludes terbakar. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia -- Rumah abu dan Balai Pengobatan Tjie Lam Tjay yang berada di kawasan Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang, ludes terbakar pada Kamis (31/3).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Api tiba-tiba terlihat sudah berkobar di dalam rumah dan langsung menjalar ke seluruh bangunan.

"Saya dengar dari warga yang teriak-teriak kebakaran. Saya kira Kelenteng Tay Kak Sie, tapi ternyata rumah abu yang ada di sebelahnya. Api sudah besar berkobar", ujar Yuni, salah seorang warga.


Salah seorang penghuni rumah, Sutiono atau yang akrab disapa Om Lhe terjebak di dalam bangunan. Ia dikabarkan tewas terpanggang api yang melalap rumahnya.


Petugas pemadam kebakaran akhirnya menemukan jasad Om Lhe setelah melakukan penyisiran ketika api sudah bisa dipadamkan.

"Begitu api padam, petugas pemadam langsung menyisir mencari korban dan ternyata Om Lhe ketemu sudah dalam kondisi tak bernyawa", kata Chandra, petugas sekuriti Klenteng Tay Kak Sie.

Rumah Abu Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Terbakar, Satu TewasPetugas pemadam kebakaran berada di sisa rumah abu dan Balai Pengobatan Tjie Lam Tjay, Semarang, yang terbakar pada Kamis (21/3). (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Penyebab kebakaran ini masih diselidiki aparat Polrestabes Semarang.

Rumah abu itu biasa digunakan sebagai tempat penghormatan orang meninggal yang telah dikremasi. Biasanya abu jenazah disimpan di sebuah pasu, yakni guci untuk menyimpan sisa kremasi almarhum.

Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang, yang berdiri pada 1746 awalnya untuk memuja Dewi Welas Asih, Kwan Sie Im Po Sat. Pada perkembangannya rumah ibadah itu menjadi kelenteng besar yang juga untuk memuja berbagai dewa-dewi Tao.

(dmr/pmg)