Ahli Sebut Ahmad Dhani Menghina Demonstran Secara Tersirat

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 17:53 WIB
Ahli Sebut Ahmad Dhani Menghina Demonstran Secara Tersirat Ahli bahasa Endang Sholihatin menilai pernyataan Ahmad Dhani memiliki unsur penghinaan secara implisit. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Ahli bahasa, Endang Sholihatin, menilai bahwa pernyataan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo dalam vlog-nya memiliki unsur penghinaan secara tersirat. Sebab, pernyataan itu tak bisa dilepaskan dari konteks keberadaan demonstrasi saat Dhani membuat video itu.

"Membingkai pernyataan itu tidak bisa secara sepotong, tidak bisa parsial, jadi konteks lingkungan semuanya berperan. Di situ terdapat penghinaan secara implisit," kata dia, dalam sidang kasus ujaran 'idiot' dengan terdakwa Ahmad Dhani, di Ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis, (21/3).

Menurut Endang, hal itu didapat berdasarkan kajian forensik linguistik. Endang menyebut pernyataan implisit digunakan untuk menghindari tuduhan.


"Terdakwa mengutarakan kalimat di vlog itu secara implisit, itu biasanya untuk menghindari tuduhan," ujarnya, yang juga merupakan pengajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

Namun, kata dia, pernyataan Dhani itu tetap memiliki subjek orang yang dihinakan, yakni para pendemo yang saat itu berada di luar Hotel Majapahit, Surabaya.

Ahmad Dhani disebut datang ke PN Surabaya dengan membawa nasi bungkus.Ahmad Dhani disebut datang ke PN Surabaya dengan membawa nasi bungkus. (CNN Indonesia/Farid)
Di hotel itulah Dhani bersama rekan-rekannya tertahan akibat pendemo yang menolak kedatangannya.

"[Pernyataan] itu bermuatan penghinaan. Di situ dijelaskan ada subjek, di situ [disebutkan] 'yang demo'. '[Yang] demo' itu subjek, lalu diikuti kata 'ini idiot, idiot'. Penyebutan 'idiot' lebih dari satu kali berarti jamak, berarti lebih dari satu orang," kata dia.

Menanggapi keterangan tersebut, Ketua Tim Penasihat Hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian Megantara, keberatan dan berpendapat bahwa Endang sudah jauh melampaui kewenangan sebagai ahli.

"Ahli ini sudah agak jauh, jadi subjektif sekali, [mengatakan] bahwa subjeknya [pertanyaan Dhani] 'yang mendemo'," kata dia dalam persidangan.

Aldwin pun kembali menanyakan kepada ahli apakah dalam vlog itu Dhani dengan sengaja dan jelas menyebutkan seseorang atau kelompok.

Endang kemudian menjawab tidak. Meskipun demikian, ia menyinggung konteks lingkungan dan kejadian di sekitar yang tak bisa dilepaskan dari pernyataan.

Saksi Ahli Sebut Dhani Menghina Demonstran Secara ImplisitKetua Tim Penasihat Hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian Megantara (kedua kiri). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Kepada Endang, Aldwin pun berpesan agar ahli tetap menjaga independensinya dan tak terpengaruh dalam pokok perkara, apalagi sampai diarahkan.

"Apalagi kalau sudah diarahkan, kalau dipesankan, kan enggak boleh, mudah-mudahan ahli ini objektif," kata dia.

Persidangan ke-11 terdakwa Ahmad Dhani ini juga sempat diwarnai perdebatan antara ahli dengan sejumlah kuasa hukum Dhani yang berpendapat bahwa BAP saksi tak tepat, dan harus dicabut.

Menanggapi hal itu, Majelis Hakim R Anton Widyopriyono pun memotong perdebatan dan meminta kuasa hukum untuk menghormati keterangan ahli.

"Tolong hargai, itu pendapat ahli. Jika kuasa hukum merasa keberatan bisa disampaikan ketika sidang pembelaan," kata Anton.

Akibat perdebatan tersebut, sidang dengan agenda pemeriksaan satu ahli ini bahkan sampai berjalan alot dan memakan waktu hingga 2,5 jam.

Isteri Ahmad Dhani, Mulan Jameela, menghadiri sidang suaminya, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/3).Isteri Ahmad Dhani, Mulan Jameela, menghadiri sidang suaminya, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/3). (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Dalam perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' ini Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU ITE.

Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan 'idiot' saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

[Gambas:Video CNN] (frd/arh)