Survei Sebut Banyak Partai Gagal Lolos Pileg, PBB Optimistis

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 19:22 WIB
Survei Sebut Banyak Partai Gagal Lolos Pileg, PBB Optimistis Rombongan pengurus pusat Partai Bulan Bintang (PBB) kala mendaftarkan caleg peserta pemilu legislatif 2019 ke KPU Pusat, Jakarta, 17 Juli 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan partainya tidak lolos ambang batas (Parliamentary Threshold/PT) dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Ia tetap optimistis partainya bisa menembus parlemen karena banyak partai yang akan kehilangan pendukung dan swing voters menjatuhkan pilihannya pada PBB. Ia pun menyinggung partai-partai yang akan kehilangan kursi itu karena terlibat kasus korupsi atau memiliki konflik internal maupun eksternal.


"Pileg 17 April akan diwarnai kejutan. Menurut saya, akan ada beberapa partai yang harus kehilangan banyak kursi akibat kasus-kasus korupsi dan terkait pilihan pilpres, oleh sebab itu PBB sangat optimis akan ada swing voters yang menjatuhkan pilihan ke PBB," ujarnya saat dihubungi, CNNIndonesia.com, Jumat (22/3).


Selain itu, terkait hasil survei itu, ia mengatakan PBB memiliki survei pembanding yang menunjukkan hasil yang berbeda. Oleh karenanya ia mengatakan akan menindaklanjuti daerah mana saja yang menjadikan hasil survei Kompas memprediksi PBB tidak menembus PT.

"Survei internal PBB sudah menyentuh angka 3 persen, sementara apa yang disampaikan akan Kompas akan kami tindak lanjuti di daerah mana dan apa yang membuat PBB masih belum maksimal," kata Harsono.

Oleh karena itu, untuk meneruskan langkah kampanye di daerah yang masih kurang elektabilitasnya lewat strategi tersendiri. Ia pun yakin dengan gerakan itu partainya bisa lolos PT.

"Salah satunya adalah PBB melakukan gerakan door to door 15 juta rumah. Dan inilah memastikan hasil suara PBB sangat optimis melampaui PT 4 persen," ujar dia.

Sebelumnya, pekan ini Litbang Kompas merilis survei yang menunjukkan hanya enam partai mampu lolos PT di Pileg 2019 nanti. PBB dengan elektabilitas hanya 0,4 persen tercatat memiliki stagnansi elektabilitas jika dibandingkan dengan hasil survei pada Oktober 2018. Pada Pileg 2014, PBB mengantongi 1,5 persen suara.

Litbang Kompas memberi catatan khusus untuk hasil survei elektabilitas parpol Garuda, Berkarya, Perindo, Hanura, PBB, dan PKPI. Litbang Kompas menyebut data elektabilitas itu mungkin tidak akurat karena diperoleh menggunakan sampel kecil. Dalam surveinya, Litbang Kompas juga menyebut masih ada 18,2 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya atau menurun 2,2 persen jika dibandingkan dengan survei Oktober 2018.


Di lain pihak, Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menilai hasil survei sebagai bahan evaluasi. Ia pun mengaku tak mengambil hati perihal survei tersebut, karena partai yang dipimpin Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu tergolong partai politik yang baru.

"Saya kira sah-sah saja. Karena memang kita ini partai baru dan memang sedang berkurang untuk mencapai elektabilitas dalam rangka lolos PT 4 persen di sisa waktu ini," ujarnya saat dihubungi terpisah.

Selain itu ia menyinggung survei internal Partai Berkarya masih menunjukkan sinyal positif. Ia juga mengatakan hampir di semua daerah pilihan (dapil). Dapil yang dirasa tidak aman elektabilitasnya juga ada.

Walaupun begitu, demi menjamin menembus PT, pihaknya bakal lebih fokus untuk memperkuat kampanye di daerah yang terbilang aman bagi perolehan suara partainya.

"Survei kita per dapil. Yang jelas ada daerah yang aman. Ada yang belum aman dan ada yang tidak sama sekali. Kita fokus bekerja di daerah aman dan hampir aman," kata dia.

Sementara itu, Andi juga menyebut target pihaknya agar satu dapil satu kursi masih sangat jauh. Pihaknya kini juga masih fokus berkampanye baik melalui door to door, alat peraga kampanye maupun media sosial untuk mengamankan daerah yang terutama memiliki simpati terhadap pemikiran Presiden kedua RI Soeharto.

"Jadi ada program-program kegiatan ekonomi terpadu, pertanian terpadu, ekonomi kreatif. Ini yang kami minta sosialisasikan," kata Badaruddin. "Sisa waktu ini kami lebih fokus ke basis-basis suara untuk menyelamatkan partai dulu. Misalnya di daerah transmigrasi daerah- daerah banyak yang mencintai almarhum Pak Harto," katanya.

(ani/kid)