TNI Selidiki Dugaan Anggotanya Ikut Kampanye Prabowo

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 17:59 WIB
TNI Selidiki Dugaan Anggotanya Ikut Kampanye Prabowo Pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabes TNI enggan bicara tegas soal kemungkinan ada oknum anggotanya yang terlibat dalam kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, termasuk soal sanksi apa yang bakal diberikan bila itu terbukti. Hal ini buntut dari keberadaan mobil berpelat TNI nomor 3005-00 di acara relawan Prabowo-Sandi.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Sisriadi mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki soal mobil berpelat TNI dalam acara kampanye pasangan calon nomor urut 02 itu. Termasuk siapa yang menggunakan mobil dimaksud.

"Hal tersebut sedang dalam penyelidikan dan pendalaman kami kenapa sampai terjadi berubah jenis kendaraan tersebut yang digunakan," ucap di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/3).


Sebelumnya, Mabes TNI menyatakan bahwa pelat bernomor 3005-00 seharusnya digunakan di mobil Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero seperti yang digunakan di acara relawan Prabowo-Sandi.

Selain menyatakan masih menyelidiki, Sisriadi juga tidak menjawab tegas apakah ada kemungkinan oknum TNI yang terlibat dalam kampanye. Dia hanya menegaskan bahwa Mabes TNI tengah melakukan penyelidikan seraya menggarisbawahi TNI berada dalam posisi netral selama Pemilu 2019.

"TNI dan Polri siap mendukung pelaksanaan pemilu 2019 agar sukses dan lancar. Jadi bukan masalah kecolongan atau tidak," kata Sisriadi.

Di tempat yang sama, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Dedi Iswanto mengatakan hal serupa. Dia enggan berandai-andai soal kemungkinan sanksi yang diberikan bilamana terbukti ada oknum TNI yang terlibat kampanye Prabowo-Sandi dan menggunakan mobil berpelat nomor terbitan Mabes TNI.

"Akan kita cari tahu unsur-unsur pelanggaran yang dilakukan. Dari unsur-unsur itulah nanti kita akan lakukan sanksi, sanksinya seusai dengan itu," ujar Dedi.

Sejauh ini, Dedi tidak mengatakan Mabes TNI telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penggunaan pelat bernomor 3005-00 itu. Dia hanya menyebut Mabes TNI sudah memeriksa pihak yang berwenang dan berkewajiban mengeluarkan pelat bernomor 3005-00 di lingkungan Mabes TNI.

"Kita mulai dengan pengecekan data yang teregistrasi dulu. Selanjutnya tentu akan mencari keterangan terkait," kata Dedi.

Sebelumnya, ramai beredar video mobil berjenis Mitsubishi Pajero berpelat nomor Mabes TNI 3005-00 digunakan dalam acara relawan Prabowo-Sandi di Bogor, Jawa Barat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengaku masih belum mengetahui siapa pengguna mobil tersebut. (bmw/osc)