Keliru Sebut Pasar Badung, Jokowi Mengaku Kadang-kadang Eror

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 20:37 WIB
Keliru Sebut Pasar Badung, Jokowi Mengaku Kadang-kadang Eror Presiden Jokowi minta maaf karena salah sebut Pasar Badung, Bali. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta maaf karena keliru menyebut nama wilayah saat meresmikan Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali. Jokowi mengaku kadang-kadang melakukan kesalahan atau eror karena dalam hitungan jam bisa berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

Awalnya, Jokowi menyapa tamu undangan dalam acara peresmian pasar yang sudah selesai direnovasi usai kebakaran tiga tahun lalu. Saat menyapa masyarakat yang hadir, Jokowi salah menyebut daerah Badung.

"Bapak, ibu sekalian seluruh warga Kota Denpasar, khususnya Badung," kata Jokowi, Jumat (22/3).


Masyarakat yang menilai ucapan Jokowi salah, langsung 'protes'. Mereka menyebut lokasi acara peresmian berada di kawasan Pasar Badung dan masuk wilayah Kota Denpasar. Mendengar pernyataan sejumlah warga, Jokowi meluruskan pernyataannya.


"Kota Denpasar, khususnya di sini, Pasar Badung," ujar Jokowi membenarkan ucapannya. Untuk diketahui di Bali terdapat wilayah dengan nama administratif Kabupaten Badung.

"Saya itu setiap jam ganti provinsi, setiap jam ganti kabupaten, setiap jam ganti kota, sehingga kadang-kadang eror (salah sebut daerah), mohon maaf," kata Jokowi menambahkan.


Jokowi lantas menceritakan perjalanan dirinya hari ini yang berpindah tiga provinsi dalam hitungan jam. Pagi hari Jokowi masih berada di Jakarta, kemudian saat menjelang malam calon presiden nomor 01.

"Tadi pagi masih di Jakarta, tadi siang sudah di Lombok, NTB. Sore hari sudah sampai di Kota Denpasar, diuyel-uyel dari depan sampai ke sini (pasar)," kata Jokowi.

"Semuanya pegang, ada yang pegang tangan, ada yang pegang leher. Semuanya pegang. Jadi kalau tadi saya agak eror mohon maaf," ujarnya menambahkan.


Ajak Tak Golput

Jokowi kemudian mengajak masyarakat Bali berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019 mendatang. Jokowi meminta masyarakat tak membiarkan satu orang pun golput alias tidak menggunakan hak suaranya di Pulau Dewata pada pemilu 2019.

"Jangan sampai, jangan biarkan satu orang pun di Provinsi Bali ini ada yang golput. Karena ini menentukan arah negara ke depan. Setuju? Setuju? Setuju?" kata Jokowi di Pasar Badung.

Jokowi mengatakan waktu pemilihan umum (Pemilu) 2019, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden, tinggal 26 hari lagi. Calon presiden nomor 01 itu pun meminta masyarakat untuk mengakak saudara, kerabat, hingga teman untuk memilih.

"Saya ingin bapak, ibu sekalian kita semuanya mengajak berbondong-bondong saudara kita, tetangga kita, handai taulan kita, teman sekampung kita untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya," ujarnya.


Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk melawan penyebaran fitnah dan kabar bohong alias hoaks. Terlebih, kata Jokowi fitnah dan hoaks tidak hanya di media sosial, tetapi mulai disebarkan dari pintu ke pintu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut fitnah dan hoaks yang mulai disebarkan dari pintu ke pintu, di antaranya pemerintah baru akan melarang azan, menghapus pendidikan agama, hingga melegalkan pernikahan sejenis.

"Ini untuk mendiskreditkan pasangan capres dan cawapres yang ada. Oleh sebab itu hal-hal seperti ini harus dihentikan," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNN] (fra/DAL)