Jokowi Akui Dikomplain Kaum Difabel terkait Fasilitas MRT

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 20:03 WIB
Jokowi Akui Dikomplain Kaum Difabel terkait Fasilitas MRT Presiden Jokowi saat mencoba MRT Jakarta bersama sejumlah menteri, Senin (18/3) (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapat komplain dari kaum penyandang disabilitas alias difabel mengenai fasilitas di Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta.

Komplain itu didapatnya ketika mencoba naik moda transportasi teranyar di Ibu Kota DKI Jakarta bersama para kaum disabilitas yang dibawa oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk uji coba publik MRT pada Kamis (21/3) sore.

"Kaum disabilitas masih ada komplain mengenai jarak antara kereta dan platform (lantai stasiun), masih terlalu lebar," ucapnya di Stasiun MRT Istora Mandiri usai menjajal rute Stasiun Bundaran HI ke Stasiun Lebak Bulus.


Tak hanya itu, kepala negara mengatakan ia juga mendapat komplain mengenai papan informasi yang ada di kereta maupun stasiun. Sebab, ukuran tulisan di papan tersebut dianggap terlalu kecil sehingga sulit terbaca.

"Ada yang komplain tulisannya kurang besar. Ini koreksi-koreksi yang kami dengar dari para penumpang," katanya.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan koreksi tersebut sejatinya turut didengar oleh jajaran manajemen MRT Jakarta, sehingga akan segera dikaji bagaimana ke depannya.

Di sisi lain, pada perjalanan menggunakan MRT kali ini Jokowi ingin membuktikan sendiri seperti apa sistem integrasi antar moda transportasi massal di Jakarta. Walhasil, ia turut menjajal Transjakarta, moda transportasi bus terpadu.

Jokowi naik Transjakarta dari Halte Monas menuju Stasiun Bundaran HI, lalu melaju ke Stasiun Lebak Bulus hingga akhirnya turun di Stasiun Istora Mandiri.

"Tadi hanya menyeberang sekitar 10 meter. Nanti semakin banyak rute tersambung dan terintegrasi dengan moda lain. Ditambah dengan electro pricing juga," ucap dia.

Bahkan, ia mengatakan sudah memberi instruksi langsung kepada kepala daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) agar kian mempererat integrasi sistem transportasi antar daerah.

"Semuanya sudah sepakat integrasi moda transportasi harus tersambung. Sepakat artinya apa yang dibutuhkan atau disiapkan dikerjakan pemerintah pusat dan daerah, provinsi maupun kabupaten dan kota," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/arh)