Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo mengatakan ancaman perpecahan bangsa diakibatkan perbedaan politik di masyarakat.
"Dengan demikian, dengan kondisi sekarang saya teringat rasa ketika pada tahun 1948 Republik Indonesia kita diserang oleh Belanda. Pemerintah waktu itu tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Sayidiman dalam jumpa pers di Gedung Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Jakarta, Senin (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombinasi itu, kata Sayidiman, berhasil merawat keutuhan persatuan dan kesatuan Indonesia hingga diakui dunia pada 27 Desember 1949.
"Mungkin ada selisih pendapat, tapi menghadapi pemilihan presiden dan legislatif janganlah ambisi pribadi begitu berlebihan sehingga mengorbankan persatuan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum LVRI Letjen (Purn) Rais Abin meminta TNI-Polri solid mendukung Pemilu 2019 yang dilaksanakan serentak antara pileg dan pilpres dengan sikap netralitas.
Ia juga meminta seluruh masyarakat untuk berkampanye sehat, tidak menebar hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian hanya untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon.
"[Kondisi saat ini] cukup mengganggu pikiran kami karena mau tidak mau akan berdampak jangka lebih panjang. Mau ke mana negeri ini kalau tidak diselesaikan sekarang?" ujar pria yang pernah menjabat sebagai Panglima Pasukan Perdamaian PBB tersebut.
[Gambas:Video CNN] (dhf/kid)