Ia bahkan mengutip ayat Alquran soal balasan Tuhan terhadap rekayasa yang dilakukan manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amien tidak menyebut siapa pihak yang dia maksud. Namun, Amien merujuk pada temuan 17,5 juta data pemilih janggal yang ditemukan BPN Prabowo-Sandi beberapa waktu lalu.
Amien menilai data-data janggal di DPT Pemilu 2019 mengkhawatirkan karena mengancam legitimasi pemilu itu sendiri.
"Dikhawatirkan kita akan menerima sebuah illegitimate election (pemilu yang tidak sah). Kalau election-nya illegitimate, kira-kira presidennya juga tidak legitimate (sah)," ucap dia.
Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi mengklaim ada 17,5 juta data janggal di DPT Pemilu 2019. Pemilih di kelompok itu memiliki tiga tanggal lahir yang sama, yakni 1 Januari, 1 Juli, dan 31 Desember.
Artinya, mereka yang tak ingat tanggal lahir akan dicantumkan dalam data kependudukan memiliki tanggal lahi 1 Januari, 1 Juli, dan 31 Desember.
"Itu sudah berlangsung sejak awal tahun 2000-an. Dan sudah diatur Permendagri 19 Tahun 2010," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat dihubungi, Senin (11/3).
(dhf/arh)