"Dalam keadaan sekarang, kalau mau ya kita bikin lagi dari yang baru. Investasi di tempat lain sehingga dapat menambah tenaga kerja, menambah pajak. Kalau hanya membeli yang sudah ada itu kan tidak menambah apa-apa, hanya pindah kepemilikan," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (26/3).
Menurut JK, rencana pembelian kembali Indosat tak semata permasalahan nasionalisme. Seperti diketahui, saat ini mayoritas saham Indosat dimiliki Qatar Telecom QSC (Qtel) yang kini bernama Ooredoo Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut JK, niat untuk membeli kembali Indosat juga harus dibarengi keinginan dari pemilik untuk menjual. Sementara, menurutnya, Qtel hingga saat ini belum mau menjual dan masih ingin mengelola Indosat.
"Bisnis telekomunikasi itu kan juga sebenarnya bisnis padat modal. Jadi investasi terus menerus dengan keuntungan kecil, karena itu saya kira Indosat tidak akan rugi, hanya keuntungannya sangat kecil," terang JK.
Sandiaga Uno mengaku sudah mendapat respons pengusaha yang siap membeli kembali Indosat. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Sandi sebelumnya mengklaim telah mendapat respons positif dari sejumlah pengusaha atas niatnya untuk pembelian kembali Indosat ke tangan Indonesia.
Sandi mengatakan jika mampu 'membawa kembali' Indosat ke tangan RI, ia bakal mendorong pengelolaannya sehingga tak mengalami kerugian.
Penjualan saham Indosat diketahui terjadi pada 2002 di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Kala itu saham mayoritas PT Indosat Tbk dijual ke perusahaan Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia). Sehingga kepemilikan saham Indosat kala itu: pemerintah Indonesia 15 persen, STT 41,94 persen, dan publik sebesar 43,06 persen.
Belakangan, STT menjual saham PT Indosat Tbk ke Qatar Telecom QSC (Qtel).
Saat ini Qtel yang bernama Ooredoo Asia memiliki saham mayoritas 65 persen. Kemudian, dikutip dari situs Indosat, pemerintah Indonesia memiliki saham 14,29 persen, lalu publik sebesar 20,71 persen.
[Gambas:Video CNN]
Sandiaga Uno mengaku sudah mendapat respons pengusaha yang siap membeli kembali Indosat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)