Sandi Tak Mau Tanggapi Isu Kubu Jokowi yang Memecah Belah

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 00:21 WIB
Sandi Tak Mau Tanggapi Isu Kubu Jokowi yang Memecah Belah Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyampaikan kubu pendukung petahana, Joko Widodo-Ma'ruf Amin melempar isu yang berpotensi memecah-belah. Dia tak ingin menanggapi isu tersebut.

Pernyataan itu terlontar setelah Sandi melakukan kampanye terbuka di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur. Jelang sesi tanya jawab dengan pewarta berakhir, ia meminta maaf karena tak akan banyak menanggapi di luar isu ekonomi.

Sandi menyatakan di sisa kampanye ini dirinya hanya ingin berbicara mengenai isu ekonomi.


"Mohon maaf, hal-hal yang di luar ekonomi tidak akan kita berikan perhatian khusus 20 hari ke depan. Hal-hal yang berpotensi memecah-belah yang diungkapkan oleh teman-teman dari partai pendukug Pak Presiden Jokowi saya tidak akan tanggapi," ujar Sandi, Senin (25/3).


Sandi tidak ingin menanggapi pernyataan-pernyataan yang menurutnya tidak relevan dengan keadaan masyarakat. Ia menyatakan akan fokus pada isu ekonomi saja.

"Saya akan fokus di bidang ekonomi karena ekonomi yang diinginkan masyarakat berubah," imbuhnya.

Kendati demikian, Sandi tidak menyebut pernyataan mana dari kubu pendukung petahana yang dimaksud berpotensi memecah-belah. Usai mengatakan itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini langsung diserbu para pendukungnya.


Dalam kampanye di Ciracas, Sandi banyak berbicara mengenai isu ekonomi. Sejumlah program yang telah ia paparkan pada debat cawapres lalu, seperti OK OCE dan Rumah Siap Kerja, tak lupa ia paparkan kepada pendukungnya yang memenuhi GOR Ciracas.

Sementara pada kampanye sebelumnya di GOR Jakarta Utara, Tanjung Priok, Sandi juga menjanjikan sejumlah program bagi nelayan. Salah satu di antaranya adalah memastikan ketersediaan solar bagi nelayan.

Sandi sebelumnya berjanji akan mendorong ekonomi kreatif di Jakarta. Dia mengklaim ekonomi di ibu kota yang meningkat sejak dua tahun belakangan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia.

(bin/pmg)