Tangkal Hoaks, Google Atur Algoritma Mesin Pencarian Berita

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 15:50 WIB
Tangkal Hoaks, Google Atur Algoritma Mesin Pencarian Berita Salah satu kampanye anti-hoaks. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google Indonesia mengaku memiliki halaman 'Pemilihan Umum 2019' yang berisi berita-berita terverfiikasi demi menangkal hoaks jelang Pemilu 2019.

Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia Putri Alam mengatakan dalam halaman tersebut mesin pencari akan menampilkan informasi penting tentang hukum, ekonomi, keamanan, pembangunan manusia, dan pemerintahan.

"Ada juga fitur liputan lengkap yang menunjukkan konten fakta-fakta terverifikasi," tuturnya, saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/3).


Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyusun algoritma tertentu agar berita hoaks atau yang tidak relevan tak muncul di halaman awal mesin pencariannya.

"Kita buat sistem rating berdasar kualitas. Jadi dari algoritma itu yang muncul di permukaan adalah sumber-sumber terpercaya seperti dari media-media kredibel," ujar

Upaya lainnya adalah dengan mencabut sumber informasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hanya saja Putri mengaku belum memiliki data rinci pencabutan informasi hoaks terkait pemilu.

"Untuk pemilu kita belum ada datanya berapa yang take down. Intinya yang melanggar hukum Indonesia, terlebih community guidelines kita pasti langsung take down," katanya.

Upaya selanjutnya, kata Putri, adalah memberikan konteks yang lebih jelas kepada pengguna. Cara ini dilakukan Google dengan menyediakan informasi yang diklaim akurat dan terpercaya.

"Jadi kalau di Youtube misal kita search soal vaksin berbahaya, maka yang pertama muncul di pencarian adalah sumber dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) bahwa itu hoaks. Sehingga user akan dapat sumber yang ilmiah dan terpercaya," terang Putri.

[Gambas:Video CNN] (psp/arh)