Polisi Kesulitan Lacak Pembunuh dan Pemerkosa Calon Pendeta

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 02:20 WIB
Polisi Kesulitan Lacak Pembunuh dan Pemerkosa Calon Pendeta Ilustrasi anjing pelacak. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Palembang, CNN Indonesia -- Polda Sumatera Selatan mengerahkan pasukan anjing pelacak atau K-9 untuk mencari jejak para pelaku pemerkosaan dan pembunuhan calon pendeta, Melindawati Zidemi (24) yang ditemukan tewas di kebun sawit PT PSM, Dusun Sungai Baung Desa Bukti Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Selasa (27/3) kemarin.

Namun polisi gagal mengendus jejak para tersangka. Kegagalan terjadi karena tempat kejadian perkara (TKP) sudah rusak akibat warga yang datang ke lokasi.

Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara mengatakan dirinya telah menginstruksikan penyidik untuk melakukan olah TKP ulang dengan membawa anjing pelacak guna mengendus jejak pelaku. Namun sesampainya di lokasi kejadian, pasukan khusus satwa Polda Sumsel tersebut tidak bisa menggiring penyidik kepada tersangka karena hanya berputar-putar di lokasi kejadian.



"Olah TKP ulang hasilnya nihil, tidak ada temuan baru. Anjing pelacak sudah tidak bisa, TKP rusak akibat banyak masyarakat yang masuk ke TKP. Mungkin mereka penasaran karena kejadiannya besar. Seharusnya warga tidak boleh masuk TKP," ujar Kapolda, Rabu (27/3).

Karena gagal mendapatkan barang bukti baru, Zulkarnain berujar, penyidik akan fokus terhadap pemeriksaan saksi dan hasil visum yang dilakukan terhadap jenazah korban.

"Hasil visum korban diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh. Kami fokus ke hasil visum sementara. Korban dinyatakan tewas karena tidak bisa bernapas akibat dicekik pelaku, kemudian tulang lidahnya patah," ujar dia.

Zulkarnain mengungkapkan, meskipun sepeda motor korban tidak diambil oleh pelaku namun dilaporkan bahwa ponsel milik korban hilang dari lokasi kejadian. Pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengejar pelaku bermodalkan ponsel tersebut.


Dirinya berujar polisi belum bisa memeriksa saksi kunci NRP (9) yang merupakan korban selamat dari kejadian tersebut. Pasalnya, kondisi NRP masih belum stabil.

Pihaknya telah mendatangi keluarga untuk upaya memberikan bantuan pemulihan psikis kepada NRP.

"Anak 9 tahun itu masih terguncang, kami sudah sampaikan kalau memang membutuhkan pendampingan dari psikolog untuk memulihkan psikisnya kami siap membantu. Kami bekerja secara full, saya komitmen saya sikat habis pelaku karena dia kejam sekali melakukan kejahatan ini," kata Zulkarnain. 

(idz/agt)