Kesaksian Pengasuh Ponpes di Banyumas soal Perusakan Masjid

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 20:55 WIB
Kesaksian Pengasuh Ponpes di Banyumas soal Perusakan Masjid Ilustrasi. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah sarana termasuk masjid di kawasan Pondok Pesantren Mi'tahul Falah, Desa Buniayu, Banyumas, Jawa Tengah mengalami perusakan oleh orang tak dikenal, Kamis (21/3).

Petugas dari Polres Banyumas menyelidiki perusakan yang diduga dilakukan lebih dari satu orang pada dini hari tadi.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan titik yang dirusak itu adalah bagian depan sebuah rumah, kebun, serta masjid di ponpes tersebut.


"Kejadian ini berlangsung hampir bersamaan dan diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang. Saat ini, kami masih menyelidiki motif dan pelaku," ucap Kapolres.

Ia lalu menerangkan sejumlah kerusakan yang terjadi di antaranya pohon jati, pohon durian, dan pohon kayu merah di kebun Ponpes tersebut yang ditebang orang tak dikenal.

Karung berisi padi milik warga yang rumahnya tidak jauh dari pondok pesantren turut menjadi sasaran perusakan. Demikian pula dengan lantai dan bagian depan rumah tokoh agama dirusak serta sejumlah kitab di tempat pendidikan agama ditemukan di dalam sumur. Bahkan, karpet di Masjid Jami Daarussalam diacak-acak, dikotori, dan dibawa ke jalan.


Salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Mi'tahul Falah, Muhammad Fatulah mengatakan pada Kamis dini hari, ada warga yang mendengar aktivitas manusia sedang menebang pohon.

"Namun, warga tersebut takut sehingga tidak berani keluar rumah," ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Buniayu, Abdul Majid mengaku sekitar pukul 03.00 WIB mendengar suara 'bletok' atau benturan antarbenda keras di luar rumahnya setidaknya hingga tiga kali.

"Setelah saya lihat, ternyata bagian dinding dan lantai keramik sudah dirusak oleh orang," kata pria yang juga takmir masjid tersebut.

Abdul Majid lantas mengaku berangkat ke Masjid Darussalam di Ponpes Mi'tahul Falah karena akan menjadi imam salat Subuh. Namun, di sana dia kaget mendapati karpet masjid dalam kondisi kotor dan sebagian berada di jalan.

Dia juga mengecek tempat pendidikan agama yang tidak jauh dari rumahnya dan mendapati kitab atau buku-buku pelajaran agama berada di dalam sumur.

Bambang mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan motif pelaku dan hingga saat ini masih memeriksa sejumlah saksi.

"Perkembangannya nanti kami sampaikan. Kalau jumlah orangnya berapa belum kita simpulkan, namun dari keterangan dari saksi saat penebangan pohon, ada orang berkomunikasi, kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang," ujar Bambang.

(Antara/kid)