Korban Banjir Sentani Butuh Banyak Tandon Air

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 00:16 WIB
Korban Banjir Sentani Butuh Banyak Tandon Air Seorang anak pengungsi banjir bandang Sentani merapikan perabotan ke dalam tenda darurat yang mereka dirikan di Bukit Harapan, Sentani, Jaya Pura, Papua, 20 Maret 2019. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur PDAM Jayapura Entis Sutisna mengatakan pihaknya masih kekurangan tandon air untuk melayani kebutuhan warga yang terkena bencana alam banjir di Sentani dan sekitarnya.

Ia mengatakan PDAM Jayapura sudah menyebarkan 50 tandon yang dilayani dua mobil tangki air, namun jumlah tersebut masih kurang.

"Kami sangat mengharapkan bantuan tandon air untuk membantu masyarakat yang terkena musibah," kata Sutisna di Jayapura, Kamis (28/3) seperti dikutip dari Antara.


Entis mengatakan bila ada dermawan yang hendak membantu tandon pihaknya menyarankan menyerahkan ke posko induk atau langsung ke PDAM, sehingga bisa langsung dialokasikan ke wilayah yang memang belum terlayani.


Selain itu, sambung Entis, PDAM belum dapat melayani secara langsung karena rusaknya sumber air bersih dari Gunung Cycloop yang selama ini digunakan.

Sejauh ini, katanya, pelayanan air bersih baik untuk wilayah Sentani dan sekitarnya diambil dari dua lokasi yakni di bak penampungan air Waena, Kota Jayapura dan Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

74 Korban Masih Belum Ditemukan

Sementara itu hingga kemarin, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan tercatat 74 orang korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura, belum ditemukan.

Anggota TNI Polri yang dibantu masyarakat dan satuan lainnya masih terus melakukan pencaharian namun akibat banyak material yang hanyut saat banjir bandang terjadi menyebabkan sulit menemukan para korban. Upaya SAR dilakukan secara manual karena banyaknya material yang terseret saat banjir melanda kawasan Sentani dan sekitarnya.

Menurutnya, akibat luasnya wilayah yang terdampak menyebabkan tim pencari mengalami kesulitan untuk menemukan para korban. Bahkan saat ini penggunaan anjing pelacak sudah tidak efektif akibat daya ciumnya terbatas.

"Anjing pelacak yang dikerahkan Polda Papua tidak lagi mampu mencari korban yang tertimbun berbagai material seperti bebatuan, pasir atau tanah dan pepohonan," ujar Sormin, Rabu (27/3).

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri menyebutkan pencarian masih terus dilakukan termasuk menyisir di sekitar Danau Sentani.

Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura menyebabkan 105 orang meninggal dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal karena selain banjir bandang, dampak dari bencana alam itu juga menyebabkan air Danau Sentani meluap.


[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)