Ia mengatakan PDAM Jayapura sudah menyebarkan 50 tandon yang dilayani dua mobil tangki air, namun jumlah tersebut masih kurang.
"Kami sangat mengharapkan bantuan tandon air untuk membantu masyarakat yang terkena musibah," kata Sutisna di Jayapura, Kamis (28/3) seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sambung Entis, PDAM belum dapat melayani secara langsung karena rusaknya sumber air bersih dari Gunung Cycloop yang selama ini digunakan.
74 Korban Masih Belum Ditemukan
Sementara itu hingga kemarin, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan tercatat 74 orang korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura, belum ditemukan.
Anggota TNI Polri yang dibantu masyarakat dan satuan lainnya masih terus melakukan pencaharian namun akibat banyak material yang hanyut saat banjir bandang terjadi menyebabkan sulit menemukan para korban. Upaya SAR dilakukan secara manual karena banyaknya material yang terseret saat banjir melanda kawasan Sentani dan sekitarnya.
Menurutnya, akibat luasnya wilayah yang terdampak menyebabkan tim pencari mengalami kesulitan untuk menemukan para korban. Bahkan saat ini penggunaan anjing pelacak sudah tidak efektif akibat daya ciumnya terbatas.
"Anjing pelacak yang dikerahkan Polda Papua tidak lagi mampu mencari korban yang tertimbun berbagai material seperti bebatuan, pasir atau tanah dan pepohonan," ujar Sormin, Rabu (27/3).
Mantan Kadiv Propam Mabes Polri menyebutkan pencarian masih terus dilakukan termasuk menyisir di sekitar Danau Sentani.
Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura menyebabkan 105 orang meninggal dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal karena selain banjir bandang, dampak dari bencana alam itu juga menyebabkan air Danau Sentani meluap.
Lihat juga:Relawan Masak untuk Pengungsi Sentani |
[Gambas:Video CNN] (antara/kid)