Menurutnya, Indonesia harus kembali menggunakan UUD '45 yang asli karena rangkaian amandemennya tidak sah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Sri Bintang mengkritik langkah Amien Rais yang menjadi Ketua MPR pada 1999 yang mengamandeman UUD 1945. Ia menegaskan amandeman itu tidak sah dan telah membuat negara hilang, amburadul, dan penuh kekacauan.
"Kita harus kembali ke UUD 45. Bukan kembali, orang memang [amandemen] itu tidak sah. Jadi UUD 45 itu tetap sebetulnya. Tetapi oleh rezim tidak dijalankan," ujar Sri Bintang.
Rezim yang dimaksudnya adalah pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.
Bahkan, ia juga menyebut calon presiden Prabowo Subianto juga ikut tidak menjalankan UUD 1945 karena turut serta dalam pemilu hasil amandemen.
"Prabowo ikut lho, harus inget lho. Prabowo ikut [salah seperti pihak] yang amandemen ini. Jadi semuanya bertanggung jawab, semua bersalah, termasuk rakyat yang memilih juga salah," ujarnya.
Atas kesalahan yang dilakukan para presiden itu, ia mengajak semua pihak untuk memperbaiki. Ia pun lantas mengajak semua pihak untuk melawan Jokowi karena menjalankan UUD 1945 yang telah diamandemen.
"Bukan Jokowi yang melawan. Kita yang melawan Jokowi. Kita harus lawan dia," ujar Sri Bintang.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan akan melawan terhadap fitnah dan hoaks terhadap dirinya setelah selama empat tahun hanya diam.
[Gambas:Video CNN] (jps/arh)