Analisis

Politik Dilan Jokowi dan Upaya Meraup Jutaan Pemilih Milenial

CNN Indonesia | Minggu, 31/03/2019 07:23 WIB
Politik Dilan Jokowi dan Upaya Meraup Jutaan Pemilih Milenial Capres nomor urut 01 Joko Widodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo beberapa kali menyebut kata 'Dilan' dalam Debat Capres Keempat di Hotel Sangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam. Dilan merupakan singkatan dari Digital Melayani yang disebut Jokowi sebagai program baru di bidang pelayanan publik.

Kata 'Dilan' identik dengan tokoh di novel karya Pidi Baiq yang sudah dua kali difilmkan. Film ini berkisah tentang kehidupan anak muda bernama Dilan.

Sejak pemaparan visi dan misi di segmen satu, Jokowi menyebut akan mengusung reformasi pelayanan publik berbasis teknologi. Program e-budgeting, e-procurement, e-planning, e-government jadi ujung tombak program Dilan.


"Di bidang pemerintahan, diperlukan program Dilan, Digital Melayani," kata Jokowi saat memaparkan visi dan misi di Debat Capres Keempat.

Pengamat komunikasi politik Universitas Bunda Mulia Silvanus Alvin menilai bukan tanpa alasan Jokowi memilih diksi 'Dilan' di debat ini.

Menurut dia, pemilihan kata 'Dilan' adalah upaya Jokowi menggaet kaum muda di Pemilu. Jumlah pemilih muda di Pemilu cukup siginifikan.

KPU pernah menyebut, dari 192.828.520 orang pemilih yang masuk daftar pemilih tetap ada 17.501.278 orang yang berusia 20 tahun. Sementara mereka yang berusia usia 21-30 sebanyak 42.843.792 orang.
Politik Dilan Jokowi dan Upaya Meraup Ceruk Pemilih MilenialTokoh Dilan di Film 1991. (Dok: Max Pictures)

"Jokowi berusaha untuk menyasar dan merayu kaum milenial. Apalagi film Dilan begitu viral dan hal itu berusaha ditunggangi pula oleh Jokowi," kata Alvin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (31/3).

Alvin menyebut upaya Jokowi dengan Dilan sama seperti manuver Ma'ruf di debat sebelumnya. Ma'ruf sempat mengenalkan DUDI atau dunia usaha dunia industri serta menyebut istilah #10YearsChallenge.

Dia menilai strategi Dilan Jokowi sebagai cara menghindari perdebatan tak berarti dengan Prabowo. Jokowi lebih memilih fokus mendekati milenial dengan istilah kekinian.

Dihubungi terpisah, pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai strategi Dilan Jokowi wajar. Sebab dalam Pemilu 2019 sekitar 80 juta pemilih muda, atau sekitar setengah dari jumlah pemilih.

Strategi ini juga sebagai cerminan Jokowi mengusung pelayanan pemerintahan yang diimpikan milenial.

"Pesan politik ini ingin disampaikan ke kalangan milenial sebagai ceruk pemilih yang dominan saat ini, yakni narasi birokrasi yang serba mudah serba digital karena milenial suka dengan hal-hal yang simpel," kata Adi.

Debat keempat Pilpres yang menghadirkan Jokowi dan Prabowo menghadirkan tema pemerintahan, pertahanan keamanan, ideologi, dan hubungan internasional.

Pemilu 2019 akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. Sebelum hari H pencoblosan, akan ada satu debat lagi yang menghadirkan capres dan cawapres pada 13 April mendatang.
[Gambas:Video CNN] (dhf/sur)