Gerindra Klaim Prabowo 'Kuliahi' Jokowi di Debat Keempat

CNN Indonesia | Minggu, 31/03/2019 13:48 WIB
Gerindra Klaim Prabowo 'Kuliahi' Jokowi di Debat  Keempat Prabowo Subianto di panggung debat capres keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan bahwa debat capres keempat telah menampilkan kualitas pemahaman Prabowo Subianto dan Joko Widodo, terutama di bidang pertahanan. Dia mengklaim Prabowo lebih memahami kondisi pertahanan dan keamanan Indonesia dibanding Jokowi.

"Jelas Pak Prabowo menguliahi Pak Jokowi soal pertahanan dan keamanan," tutur Ferry kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu malam (30/3).

Dikatakan Ferry bahwa Prabowo selalu mengikuti perkembangan pertahanan negara-negara di dunia. Pula, mengikuti informasi tentang kondisi pertahanan dan keamanan dalam negeri meski sudah bukan bagian dari TNI.


Hal itulah yang menurut Ferry membuat Prabowo fasih bicara pertahanan dan keamanan.

Ferry menegaskan bahwa Prabowo tidak memperoleh informasi yang keliru. Menurut dia, pernyataan Prabowo tentang pertahanan Indonesia yang lemah memang berdasarkan fakta. Alutsista Indonesia ketinggalan oleh negara lain, misalnya dari Singapura.

"Miris ketika pendukung Pak Jokowi malah tertawa. Pertahanan dan keamanan Indonesia masih lemah dan dibanding negara lain kok malah tertawa," kata Ferry.

Prabowo memang sempat ditertawakan oleh pendukung Jokowi di ruang debat. Momen itu terjadi kala Prabowo mengatakan bahwa pertahanan Indonesia masih lemah dibanding negara tetangga, misalnya Singapura.

Dari segi anggaran, kata Prabowo saat debat, Singapura mengalokasikan 30 persen APBN untuk pertahanan. Sementara Indonesia hanya tiga persen. 

Ferry menambahkan Jokowi mesti berterima kasih kepada Prabowo usai debat capres keempat. Dia mengatakan Prabowo telah banyak memberikan koreksi kepada Jokowi yang telah memerintah sebagai presiden selama 4,5 tahun.

Dia mencontohkan ketika Prabowo menyebut Jokowi mendapat laporan atau informasi yang keliru mengenai pertahanan dan keamanan dari bawahannya.

"Pak Jokowi harus berterimakasih kepada Pak Prabowo setelah debat. Pak Jokowi harus cek seluruh bawahannya. Ya kan masih bisa tinggal beberapa bulan lagi," kata Ferry.

Sementara itu Ketua Tim Cakra 19, Andi Widjajanto mengklaim Jokowi lebih memahami substansi debat mengenai tema pertahanan dan keamanan daripada Prabowo. Menurut dia, hal itu terlihat dari penjabaran berbagai hal mengenai TNI.

"Jokowi lebih paham TNI daripada Prabowo," ujar Andi dalam keterangan tertulis.

Pemahaman Jokowi terlihat dari pemaparannya terhadap sejumlah hal selama debat. Pertama, menurut Andi, Jokowi mengetahui gelar baru mengenai TNI seperti Kogab, Divisi 3, Koops AU 3, dan Armada 3.

Kedua, Jokowi juga mengetahui gelar satuan terpadu yang dilakukan TNI di Natuna, Morotai, Saumlaki, dan Biak.

Ketiga, Andi menyebut Jokowi mengetahui paradigma investasi pertahanan yang mengubah belanja militer untuk pembelian senjata menjadi alokasi anggaran untuk membangun industri pertahanan.

"Ini menunjukkan Jokowi memiliki visi dan komitmen untuk menguatkan TNI untuk menghadapi perang teknologi dan perang siber masa depan. Sementara, Prabowo cenderung tidak percaya teknologi," ujarnya.

Prabowo dan Jokowi menjalani debat capres keempat yang digelar KPU di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). Tema debat capres keempat adalah ideologi, pemerintahan, pertahanan dan kemanan, serta hubungan internasional.
[Gambas:Video CNN]

(bmw/wis)