Polda Jabar Bantah Mutasi Sulman Aziz karena Dukung Prabowo

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 21:01 WIB
Polda Jabar menegaskan Sulman Aziz dimutasi dari jabatan Kapolsek Pasirwangi karena rotasi biasa. Sulman dimutasi bersama sembilan anggota polisi lainnya. Eks Kapolsek Pasirwangi cabut laporan soal polisi tidak netral di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Bandung, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan mutasi yang dilakukan terhadap Ajun Komisaris Polisi Sulman Azis bukan karena dugaan dukungan terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Mutasi tersebut sesuai dengan regulasi yang diterapkan institusinya demi kepentingan organisasi kepolisian di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan surat telegram nomor 499/II/Kep2019 Polda Jabar, Sulman dimutasi bersama sembilan anggota kepolisian lainnya. Sulman dimutasi dari jabatan Kapolsek Pasirwangi.

"Rotasi tersebut berisikan mutasi rutin terhadap 10 personel Polda Jabar. Jadi AKP Sulman tidak sendirian. Adapun kepentingannya adalah penyegaran kemampuan sumber daya manusia yang ada di Polda Jabar," kata Truno di Mapolda Jabar, Bandung Senin (1/4).


Sebelumnya, Sulman mengaku diperintahkan Kapolres Kabupaten Garut menggalang dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf dalam jumpa pers di kantor Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3).


Dalam kesempatan itu, Sulman mengungkapkan dalam rapat Februari lalu, Kapolres Kabupaten Garut memerintahkan para kapolsek menggalang dukungan dan melakukan pendataan dukungan masyarakat kepada pasangan calon 01 dan 02.

Para kapolsek itu, lanjut Sulman, diancam akan dimutasikan. Tindakan tersebut akan dilakukan terhadap kapolsek jika paslon 01 kalah di wilayahnya.

"Kami diancam, kalau seandainya di wilayah kami bertugas paslon nomor 01 kalah kami akan dipindahkan," ucap Sulman.

Sulman mengaku tidak tahu pasti asal muasal perintah itu berasal. Dia enggan menjawab apakah perintah tersebut diberikan langsung dari pucuk pimpinan Polri atau Polda Jawa Barat.

"Saya enggak tahu itu diperintah estafet dari atas atau tidak. yang pasti saya diperintahkan oleh beliau (kapolres)," tutur Sulman.


Kini, Sulman sudah mencabut pernyataannya terkait hal tersebut dan menyatakan ia dalam keadaan emosi. Sulman mengaku emosi karena dimutasi dari jabatan Kapolsek Pasirwangi ke Polda Jawa Barat.

Kebijakan itu diduga Sulman karena ia dituduh mendukung acara deklarasi Prabowo-Sandi di Garut pada 15 Februari lalu. Sulman mengaku difitnah turut membiayai acara tersebut.

Walaupun Sulman sudah mencabut laporan, Propam Polda Jabar masih akan melakukan pendalaman terkait masalah itu.

"Kita akan melakukan pendalaman terhadap yang bersangkutan. Tentunya kita sudah melakukan langkah-langkah dan perkembangan akan didalami," kata Truno.


Truno menegaskan netralitas Polri sudah dikuatkan melalui surat oleh Kapolri dan Kapolda tertanggal 18 Maret 2019 dan 23 Maret 2019 agar polisi bersikap netral.

"Untuk netralitas, kami sudah jelaskan dalam UU nomor 2 Tahun 2002, pasal 28 ayat 1, 2 dan 3. Polri netral dan tidak melaksanakan politik praktis. Dan apabila terjun ke dalam dunia politik, maka harus diwajibkan mengundurkan diri," ujar Truno.

[Gambas:Video CNN] (hyg/DAL)