"Paslon nomor 01 memiliki elektabilitas sebesar 50,8 persen, sedangkan paslon 02 memiliki elektabilitas sebesar 32 persen, sisanya 17,2 persen masih merahasiakan pilihannya," kata peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto, di Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi mengatakan keunggulan Jokowi disebabkan oleh lima faktor. Pertama, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi terbilang tinggi. Indo Barometer mencatat 64,4 persen masyarakat puas dengan kinerja Jokowi.
Faktor ketiga, lanjut Hadi, tiga kartu sakti yang dikeluarkan pada debat calon wakil presiden beberapa waktu lalu cukup diminati masyarakat. Keempat, dari sisi pemilih Muslim, Jokowi-Ma'ruf dianggap lebih mewakili umat Islam dibanding Prabowo-Sandiaga.
"Kelima, keunggulan Jokowi merata di berbagai segmen penting pemilih seperti, jenis kelamin, desa, kota, pulau, agama, usia, pendidikan," kata Hadi.
Indo Barometer melibatkan 1.200 responden dalam surveinya. Mereka adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan.
Survei Indo Barometer memiliki margin of error sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (sah/wis)