Jubir Demokrat Lapor ke Bareskrim soal WhatsApp Diretas

CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 15:18 WIB
Jubir Demokrat Lapor ke Bareskrim soal WhatsApp Diretas Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari disebut melapor ke Bareskrim perihal peretasan nomor WhatsApp milik dirinya. (Detikcom/Tsarina Maharani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Divisi Komunikasi Publik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Imelda Sari mengaku menjadi korban peretasan aplikasi pesan singkat WhatsApp. 'Curhat' itu disampaikan melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (3/4) pagi.

Di dalam cuitannya, Imelda baru mengetahui nomor WhatsApp-nya telah dibajak orang lain pada pagi hari ini.

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan hal tersebut.


"Jadi memang saat ini Bu Imelda tengah di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) untuk melaporkan kasusnya, karena ada tindakan akses elektronik secara tidak sah dan penyebaran konten negatif," ujar Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/4).


Ia menuturkan, Imelda tak sendirian dalam menghadapi kasusnya. Partai Demokrat menyodorkan bantuan hukum dengan mengirim kuasa hukum dan pengacaranya untuk mendampingi Imelda.

"Setelah ini, DPP Demokrat tentu akan mendampingi terus. Kasus ini harus tuntas," papar Ferdinand.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Imelda membenarkan dirinya tengah berada di Bareskrim Polri siang ini. Ia belum memberikan penjelasan lebih banyak saat memotong dan menghentikan sambungan telepon CNNIndonesia.com.

"Saat ini saya sedang berada di Bareskrim," ujar Imelda singkat saat ditelepon.

Sejak Rabu Dini Hari

Ferdinand mengatakan dirinya menyadari nomor WhatsApp Imelda telah digunakan orang lain sekitar pukul 02.00, Rabu (3/4) dini hari. Pada pukul tersebut, kata Ferdinand, nomor Whatsaap Imelda tersebut mengirimkan pesan pribadi kepada miliknya.

Di dalam pesan singkat itu, Imelda memanggil Ferdinand dengan sebutan 'mas'. Ferdinand merasa bingung, sebab selama ini Imelda selalu memanggilnya dengan sebutan 'abang'.

Kebingungan Ferdinand, kian menjadi-jadi setelah nomor WhatsApp Imelda mengirimkan konten yang menyerang dirinya. Sebut saja, foto-foto tidak senonoh yang disunting dengan melibatkan dirinya, hingga tangkapan layar (screenshot) ihwal video call palsu.

Pernyataan Ferdinand itu pun sejalan dengan kicauan Wasekjen Demokrat Andi Arief. Lewat kicauannya, Andi mengatakan lepas tengah malam, Imelda tak bisa mengakses aplikasi WhatsApp-nya.

Andi mengatakan Imelda yang sedang tidur terbangun karena telepon jaringan seluler yang bertanya kepada dirinya perihal isi WhatsApp.

'Ketika coba cek WA Imelda enggak bisa dengan pesan akunnya sudah dipakai di nomor lain. Enggak lama kemudian, ada request untuk ubah password Gmail,' demikian tulis Andi pada akun Twitter-nya.




Andi mempertanyakan apa yang telah terjadi terhadap kader partainya tersebut. Sebelumnya, kata Andi, akun twitter milik Ferdinand pun telah dibajak.

Pun, begitu Ferdinand. Atas 'pencurian' akun Twitter-nya, Ferdinand telah melapor kasus tersebut ke Bareskrim Polri dengan nomor LP/0342/IV/2019/BARESKRIM.

Ia menduga, peretasan kepada Imelda dan dirinya tak lepas dari masalah politik. Sebab, Ferdinand dan Imelda adalah utusan Demokrat untuk berada di dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Apalagi, ia mengklaim dirinya dan Imelda cukup vokal di BPN.

"Kami hanya mengimbau pelaku tolong tobatlah, segera hentikan aksi ini dan ini tentu tak patut diteruskan. Ketika rezim ini berganti, saya akan cari pelakunya. Saya janji itu," imbuh Ferdinand.

(glh/kid)