Warga Blitar Digegerkan Temuan Mayat Guru Honorer dalam Koper

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 08:04 WIB
Warga Blitar Digegerkan Temuan Mayat Guru Honorer dalam Koper Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Blitar digegerkan dengan temuan mayat di dalam koper di tepi sungai lahar, tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4).

"Mayatnya berjenis kelamin laki-laki, umurnya kurang lebih 20 tahun," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono seperti dikutip Antara di Blitar.

Jasad mayat dalam koper itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Imam. Ia awalnya hendak mencari rumput di tepi sungai dan melihat ada koper tergeletak begitu saja. Imam kaget seketika saat mendapati kaki manusia terlihat menyempil ke luar dari dalam koper.


Sejak itu Imam melapor polisi. Tak lama kemudian lokasi temuan mayat menjadi tontonan warga. Kabar temuan mayat dalam koper itu merebak dari mulut ke mulut, hingga viral di media sosial.

Belakangan diduga jasad dalam koper itu adalah Budi Hartanto (28), seorang guru honorer asal Kelurahan Tamanan, Kota Kediri. Ayah Budi pada Rabu malam bertolak ke Blitar untuk memastikan pemeriksaan medis dari temuan jasad di tepi kali itu.

Budi sehari-hari bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar Kota Kediri. Dia juga mengajar menari di sebuah sanggar di Kediri.

Rumah Budi semalam dipadati tetangga dan warga yang ingin takziah. Selain warga, banyak anak didik dari Budi juga berdatangan.

Hamidah, ibu kandung Budi, masih kaget dengan kabar temuan mayat yang diduga anaknya. Terlebih lagi, saat ditemukan sangat memprihatinkan. Mayat itu ditaruh di dalam koper dalam kondisi tak berbalut pakaian.


Pihak keluarga mengungkapkan, Budi pada Selasa (2/4) petang sempat pamit kepada orang tua untuk menghadiri acara di GNI Kota Kediri. Budi pergi menggunakan sepeda motor. Dia membawa sejumlah uang, komputer jinjing serta telepon seluler.

Sejak itu, Budi tak bisa dikontak. Teman-teman Budi tak bisa menghubungi telepon selulernya sejak Selasa (2/4) malam.

Keluarga mulai cemas karena hingga Rabu (3/4) pagi Budi tak kunjung pulang ke rumah. Alih-alih mendapat kabar dari Budi, orang rumah malah ditelepon polisi yang mengabari tentang temuan mayat dalam koper di tepi kali Blitar.

Budi dikenal sebagai guru muda yang ramah dan bersahaja. Tak ada yang menyangka hidupnya akan berakhir dengan tragis.

"Beliau mengajar di sanggar, orangnya baik, sabar, terbuka, tidak pernah marah. Terus, orangnya juga lucu, sepertinya tidak mungkin punya musuh," Safira Safa, salah satu murid menari Budi.

Polisi hingga kini masih berupaya mengungkap kasus tersebut. Hingga larut semalam aparat masih menyelidiki lokasi kejadian, tepat di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Berdasarkan informasi di lapangan, jasad Budi sudah tidak utuh. Dia diduga menjadi korban mutilasi. Polisi pun masih mencari bagian tubuh yang belum ditemukan. (ANTARA/gil)