Sebelumnya, Letjen Purn. Johannes Suryo Prabowo menyebut pesawat Prabowo sempat batal take off dari Halim Perdana Kusumah pada Senin lalu (1/4) lantaran ada tiga jet tempur di landasan pacu.
"Sesuai dengan regulasi, KNKT dapat melakukan investigasi," tutur Soerjanto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soerjanto tidak menjamin KNKT bakal melakukan investigasi jika tidak ada laporan data yang masuk. Dengan kata lain, KNKT tidak akan menginvestigasi sebelum menerima laporan data.
"KNKT bukan penyidik, kami hanya sebatas jika formal report mengenai hal baik dari airline, pilot, ATC atau dari manapun baru kita akan klarifikasi," ucap Soerjanto
Sebelumnya, mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Purn. Johannes Suryo Prabowo menyebut ada tiga jet tempur yang melintas saat pesawat Prabowo akan lepas landas dari Halim Perdana Kusumah menuju Yogyakarta pada Senin (1/4). Akibatnya, pesawat Prabowo sempat batal lepas landas demi keselamatan.
TNI AU langsung membantah pernyataan J. S. Prabowo.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Samyoga mengatakan bahwa pada Senin (1/4), di landasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, CN235 Kalong Flight, posisi sudah take off dan berikutnya yang akan take off adalah pesawat 9HNYC onboard yang ditumpangi Prabowo Subianto.
Menurut dia, saat pesawat 9HNYC diberikan release take off juga, kondisinya belum aman karena pesawat CN235 belum menuju cross wind (belum belok), sehingga pesawat 9HNYC abort take off, untuk keamanan.
Lihat juga:Anak-anak Ikut Kampanye Jokowi di Banyumas |
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang selalu mendampingi Prabowo, yakni Sugiono menegaskan apa yang disampaikan J. S. Prabowo benar. Sugiono merasakan sendiri saat pesawat yang ditumpanginya sempat batal lepas landas.
"Itu benar. Saat dari Halim mau ke Yogyakarta. Waktu itu mau kampanye di Purwokerto via Yogyakarta," ucap Sugiono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/4) (bmw/wis)