Gencar Iklan di TV, PSI Tetap Diprediksi Sulit Tembus DPR

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 23:12 WIB
Gencar Iklan di TV, PSI Tetap Diprediksi Sulit Tembus DPR Ketum PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa merengkuh kepercayaan masyarakat terhadap partai politik tidak mudah diraih hanya dengan menggencarkan iklan kampanye di media massa.

Pernyataan itu disampaikan Riza menanggapi hasil survei Indikator Politik yang menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan 7 partai lainnya tak lolos ambang batas parlemen 4 persen pada Pemilu 2019.

PSI dalam hal ini dianggap sebagai partai pendatang baru yang banyak menebar iklan di stasiun televisi.


"Jangan dianggap, kalau punya uang banyak, iklan banyak, itu bisa menang. Tidak cukup dengan modal itu," ucap Riza saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/4).

"Yang dibutuhkan masyarakat bukan iklan. Bukan narasi-narasi, bukan pidato tapi bukti apa yang sudah diperbuat oleh partai tersebut," kata Riza.

Riza menilai masyarakat kini sudah cerdas. Tidak akan sembarangan memilih partai, apalagi debutan dalam pemilu.
Ahmad Riza Patria. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Masyarakat, lanjut Riza, akan melihat apa yang dilakukan partai politik melalui kader-kadernya. Masyarakat tidak akan mudah tertarik dengan partai yang sekadar bicara. Apalagi jika menjelek-jelekkan partai lain.

"Jangan dianggap kalau merasa paling nasionalis, paling bersih, paling hebat terus menang, enggak. Masyarakat sudah cerdas," kata Riza.

Wakil Sekjen Golkar Dave Laksono mengatakan hal serupa. Dia merujuk dari reputasi partainya selama ini.

Dave menekankan bahwa kini Golkar telah berusia 54 tahun. Umur panjang Golkar tersebut sebagai bukti bahwa partainya bertahan dengan memperjuangkan aspirasi masyarakat sehingga senantiasa memperoleh kepercayaan, bukan dengan cara menjelekkan partai lain.

"Sebagai partai yang sudah berumur hampir 55 tahun, tidak secara terbuka menyerang dan menjelek-jelekkan partai lain, apalagi partai sesama koalisi. Tetapi bila diserang, kita pasti akan melawan," kata Dave.
Menurut Dave, kekuatan partai terletak pada basis di akar rumput. Dengan begitu, aspirasi masyarakat dari level terbawah dapat terserap.

Dave mengatakan PSI sebaiknya lebih fokus membangun fondasi yang kuat di level akar rumput. Menurutnya, itu lebih konkret daripada fokus mensosialisasikan diri melalui iklan di media massa atau medsos.

"Maka itu, sebaiknya partai-partai, apalagi yang baru, fokus kepada penguatan basis massa. Bukan saling menyerang dan merasa paling hebat sendiri," kata Dave.
Dave Laksono. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyatakan setidaknya delapan parpol diperkirakan tak lolos parlemen karena elektabilitas di bawah empat persen. Hal itu merujuk dari hasil survei yang dilaksanakan.

UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur untuk masuk DPR parpol harus memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) 4 persen. Berdasarkan survei Indikator, parpol-parpol yang gagal memenuhi PT adalah Perindo (2,6 persen), PAN (2,2 persen), Hanura (1,3 persen), PSI (1,3 persen), Berkarya (0,8 persen), PBB (0,6 persen), Garuda (0,2 persen), dan PKPI (0,2 persen).

Dari hasil survei yang dilakukan sejak 22 Maret hingga 29 Maret 2019. Responden Survei diambil dari seluruh wilayah di Indonesia dengan rentang usia mulai dari 17 tahun.

Responsen dipilih melalui multistage random sampling sebanyak 1220 responden. Dengan margin of error sebanyak kurang lebih 2.9 persen dan tingkat kepercayaan hasil survei sebesar 95 persen.

PSI Gaspol Terus

Juru Bicara PSI Dedek Prayudi menegaskan pihaknya akan habis-habisan di Pemilu 2019 agar partai yang dipimpin oleh Grace Natalie itu bisa lolos ke DPR.

"Komitmen kami selain optimisme ya apapun hasil surveinya kita gaspol terus," kata Dedek kepada CNNIndonesia.com.

Dedek mengatakan hasil dari berbagai survei harus terlebih dulu ditelaah metodologinya. Hal ini karena setiap lembaga survei memiliki metodologi yang berbeda-beda

"Kalau kita percaya dengan survei percayanya juga gak sampai 100 persen," kata Dedek.

Lepas dari itu, Dedek mengatakan hasil survei senantiasa digunakan sebagai bahan evaluasi bagi PSI. Dia menggarisbawahi bahwa tren PSI belakangan meningkat dengan berkaca pada hasil beberapa lembaga survei yang menyebut bahwa PSI sudah mencapai angkat 3 sampai 4 persen seperti IndEX (Indonesia Elections & Strategic) , CPCS (Center for Political Communication Studies) dan Indometer.

"Sekalipun sampai 3 atau 4 sekalipun itu menandakan trennya meningkat," kata Dedek.
PSI menganugerahi DPR 'Gabut Award'. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Selain beriklan di TV, kata Dedek, PSI juga memiliki strategi untuk meningkatkan elektabilitas dengan mengedepankan kampanye dialogis.

Melalui kampanye dialogis ini, PSI disebut tidak hanya menyampaikan visi misi tetapi juga mendengarkan suara dari rakyat terkait dengan apa yang akan menjadi konstituen PSI serta apa yang akan diperjuangkan jika lolos ke parlemen.

Juru Bicara PSI Dara Adinda Nasution juga mengatakan strategi yang dilakukan yaitu kampanye door to door dan safari toleransi yaitu Kampanye dialogis di 25 kota seluruh Indonesia.

"Safari Toleransi ini, animo masyarakat sungguh luar biasa. Selalu full (500-600 orang). Mereka datang tanpa dimobilisasi, tanpa diberi uang transport. Ini juga menambah optimisme kami bahwa PSI akan lolos," ujar Dara kepada CNNIndonesia.com.

Dara juga mengatakan PSI sudah sering diremehkan. Namun, hal ini malah menambah motivasi PSI untuk bergerak lebih maju lagi.

"Kami sudah biasa diremehkan, tidak lolos verifikasi Kemenkumham, tidak lolos verifikasi KPU. Kalau hari ini kami diremehkan, ini justru menambah motivasi kami untuk bergerak lebih kencang," kata Dara.
Presiden Jokowi saat mengundang jajaran Ketum Parpol pendatang baru. (Detikcom/Agung Pambudhy)

Ketua DPP PSI, Tsamara Amany Alatas sebelumnya mengatakan bahwa anggaran yang digunakan untuk beriklan di televisi berasal dari hasil penggalangan dana yang telah mereka lakukan selama tiga tahun terakhir.

"Sejak PSI berdiri dan bahkan selama 2 tahun, dan bahkan 3 tahun awal kami keliling Indonesia, kami bertemu berbagai macam komunitas kami, fundraising dan akhirnya kami memiliki cukup dana untuk beriklan," ujar Tsamara di Basecamp DPP PSI, Jakarta, Kamis (14/3).

Tsamara tidak menyebut berapa besar nominal yang didapat oleh PSI untuk modal beriklan di televisi. Dia hanya mengatakan usaha untuk melakukan penggalangan dana tersebut butuh perjuangan dan bukan hal yang mudah.
[Gambas:Video CNN]

(gil)