Sandi Tanggapi Insiden Prabowo: Jangan Cengeng Lawan Rezim

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 22:27 WIB
Sandi Tanggapi Insiden Prabowo: Jangan Cengeng Lawan Rezim Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno ungkap dipersulit saat kampanye terbuka pilpres 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku kerap dipersulit saat kampanye terbuka Pilpres 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandi merespons insiden ada pesawat lain yang tiba-tiba melintas saat pesawat Prabowo Subianto akan lepas landas di Bandara Halim PK.

Namun, Sandi meminta seluruh pendukung dan relawan Prabowo-Sandi untuk tidak cengeng menghadapi upaya-upaya yang dianggap mempersulit itu. Lagi pula, imbuh Sandi, peristiwa yang dialami Prabowo itu juga sudah diklarifikasi. 


"Jangan cengeng, kami ini melawan rezim kok. Buat saya, saya sudah menerima ini sejak tujuh bulan lalu. Kami hadapi dengan senyuman," tuturnya usai bertemu guru PAUD di Surabaya, Kamis (4/4).


Sandi kemudian mengungkapkan pengalaman sulitnya saat ada 'penyambutan' oleh kelompok massa paslon tertentu, hingga perizinan kampanye yang tak keluar. 

"Selama tujuh bulan kami mengalami hal 'penyambutan', izin tidak keluar, buat kami ini sangat lazim," kata dia.

Meski mengeluh soal perizinan kampanye yang menurutnya dipersulit. Namun, dia melihat hal itu adalah hal yang wajar dialami pihak oposisi. 

"Kami memang melawan pemerintah kok. Kami penantang, opponent, incumbent-nya pemerintah. Ada beberapa kegiatan saya yang belum dapat izin," ungkapnya. 

Sandi Tanggapi Insiden Prabowo: Jangan Cengeng Lawan RezimCapres nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta pun berjanji, jika ia terpilih nanti, maka pengadangan dan perlakuan serupa tidak akan dilakukan pihaknya pada pihak yang berlawanan dengannya. 

"Seandainya diberikan amanah oleh Allah, kami tidak akan melakukan hal yang sama. Kami akan memberikan akses seluas-luasnya untuk berdemokrasi," pungkas Sandi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra, Sugiono menjelaskan insiden pesawat Prabowo di tengah akan melakukan kampanye terbuka pilpres di Purwokerto dan Tegal.

Sugiono mengaku sedang berbincang dengan Prabowo saat pesawat menambah kecepatan di landasan pacu bandara Halim PK. Tiba-tiba pesawat mengerem lajunya dan akhirnya berhenti sebelum berbalik kembali ke arah pangkal landasan pacu.


Dalam situasi kebingungan, Sugiono menyebut seorang pramugari datang.  Pramugari itu meminta maaf atas kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa tiba-tiba ada pesawat lain yang melintas di atas. 

"Saya ingin bertanya. Apakah mungkin seorang petugas ATC sebegitu cerobohnya meng-clear-kan sebuah pesawat untuk tinggal landas sementara saat pesawat itu berada di tengah-tengah runway tiba-tiba ada pesawat lain yang melintas di atasnya. Bukankah ini sangat berbahaya?" kata dia.  

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga menyebut tak ada jet tempur TNI bersinggungan dengan pesawat yang ditumpangi Prabowo.


Berdasarkan jenis pesawat yang ditumpangi Prabowo tersebut di Bandara Halim Perdanakusuma, TNI mencatat dua data penerbangan di mana pesawat tersebut lepas landas yakni Senin, 1 April dan Selasa 2 April 2019. 

Pada Senin (1/4), saat pesawat yang ditumpangi Prabowo akan terbang, memang lebih dulu ada pesawat TNI jenis CN 235 yang minta izin terbang. Saat sudah CN 235 sudah take off, berikutnya yang masuk daftar antrean terbang adalah pesawat Prabowo.

Begitu CN 235 terbang, pesawat Prabowo mendapat izin untuk terbang. Namun selanjutnya diketahui kondisi terbang saat itu belum aman karena CN 235 belum cross wind atau belum belok. 

[Gambas:Video CNN] (frd/DAL)