Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Dicky Maulana, longsor di kedua desa terjadi pada Kamis (4/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
"Penyebab bencana karena intensitas hujan tinggi dan tanah labil. Akibatnya total ada 21 rumah rumah berat di Nanggerang dan Karyamukti," ujar Dicky lewat keterangan tertulis, Jumat (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menimpa bangunan hunian, bencana tanah longsor di Desa Nanggareng menyebabkan delapan titik longsor di jalan, satu jembatan roboh dan satu ruang sekolah rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Bandung Barat telah memasang jembatan darurat berbahan bambu di jembatan penghubung Desa Nanggerang menuju Desa Karyamukti yang terputus. Dicky mengatakan material longsoran yang memutus jembatan membuat masyarakat harus memutar jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer.
Adapun untuk dampak kejadian yang terjadi di fasilitas umum berupa jalan, menurut Dicky sudah dilakukan pembersihan material longsoran dengan cara gotong royong bersama masyarakat.
Ia juga menyebutkan, pihaknya telah melakukan pembersihan material longsoran dengan cara gotong royong bersama masyarakat.
"BPBD telah memasang rambu-rambu waspada terhadap bencana di lokasi potensi longsor susulan. BPBD juga telah memberikan imbauan untuk waspada terhadap potensi bencana longsor susulan dan intensitas hujan tinggi," katanya.
(hyg/dal)