21 Rumah Rusak Berat Tertimbun Longsor di Cililin Bandung

CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 20:46 WIB
21 Rumah Rusak Berat Tertimbun Longsor di Cililin Bandung Foto ilustrasi longsor. (ANTARA/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 21 rumah rusak berat dan 58 lainnya rusak ringan akibat tertimbun tanah longsor di Desa Nanggerang dan Karyamukti, Cililin, Bandung Barat. Bencana longsor juga menyebabkan jembatan penghubung kedua desa terputus.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Dicky Maulana, longsor di kedua desa terjadi pada Kamis (4/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

"Penyebab bencana karena intensitas hujan tinggi dan tanah labil. Akibatnya total ada 21 rumah rumah berat di Nanggerang dan Karyamukti," ujar Dicky lewat keterangan tertulis, Jumat (5/4).


Ia merinci, dampak longsor di Desa Nanggerang membuat 7 Rumah rusak berat dan 26 rumah rusak ringan. Sementara di Desa Karyamukti, longsoran mengakibatkan 14 rumah rusak berat dan 32 rumah rusak ringan.


Selain menimpa bangunan hunian, bencana tanah longsor di Desa Nanggareng menyebabkan delapan titik longsor di jalan, satu jembatan roboh dan satu ruang sekolah rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dicky menambahkan selain bangunan, akses jalan desa penghubung antara Batu Domba-Cimanong juga mengalami longsor dengan panjang 50 meter dan lebar 5 meter. Akses jalan kabupaten penghubung Desa Karyamukti-Ciwidey juga terhambat longsor dengan panjang longsoran 200 meter.

BPBD Bandung Barat telah memasang jembatan darurat berbahan bambu di jembatan penghubung Desa Nanggerang menuju Desa Karyamukti yang terputus. Dicky mengatakan material longsoran yang memutus jembatan membuat masyarakat harus memutar jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer.


Adapun untuk dampak kejadian yang terjadi di fasilitas umum berupa jalan, menurut Dicky sudah dilakukan pembersihan material longsoran dengan cara gotong royong bersama masyarakat.

Ia juga menyebutkan, pihaknya telah melakukan pembersihan material longsoran dengan cara gotong royong bersama masyarakat.

"BPBD telah memasang rambu-rambu waspada terhadap bencana di lokasi potensi longsor susulan. BPBD juga telah memberikan imbauan untuk waspada terhadap potensi bencana longsor susulan dan intensitas hujan tinggi," katanya.

(hyg/DAL)