Longsor Lombok, Satu WN Malaysia Tewas Belum Dievakuasi

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 21:10 WIB
Longsor Lombok, Satu WN Malaysia Tewas Belum Dievakuasi Para korban yang berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep (ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu warga Malaysia yang jadi korban tewas akibat tanah longsor di kawasan Air Terjun Tiu Kelep yang terjadi pascagempa di Lombok Timur, masih belum bisa dievakuasi. Identitas korban hingga saat ini masih simpang siur dan belum bisa dikonfirmasikan.

Tanah longsor ini dipicu oleh gempa yang mengguncang Lombok Timur, Minggu (17/3). Sementara satu korban tewas lainnya, Tomi (14), warga Desa Senaru, Lombok Timur, telah berhasil dievakuasi.

"Informasinya masih ada satu lagi yang belum dievakuasi, jenazahnya ada di jalur menuju Air Terjun Tiu Kelep," kata Eman, seorang warga Desa Senaru seperti dikutip ANTARA di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Lombok Timur, Minggu malam (17/3).


Hal senada juga disampaikan Kepala Puskesmas Bayan Rusniatun. Menurut informasi yang dia dapatkan masih ada satu lagi jenazah yang belum dievakuasi dari dalam kawasan air terjun.

"Kabarnya begitu, masih ada satu jenazah lagi yang belum dievakuasi dari lokasi air terjun," ujarnya.

Sebanyak 36 wisatawan telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara. Sebagian besar wisatawan ini adalah wisatawan asing asal Malaysia sebanyak 22 orang dan 14 lainnya adalah wisatawan nusantara.

Namun, informasi berbeda disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur. Berdasarkan keterangan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dua korban tewas di Air Terjun Tiu Kelep adalah warga Malaysia. Disebutkan, Tommy (14) adalah korban asal Malaysia. Sementara satu korban lainnya masih belum dapat diidentifikasi.

Selain itu, BNPB Lombok Timur mengungkap secara keseluruhan terdapat 44 korban luka-luka akibat gempa. Korban luka ini terdiri dari 36 orang warga Indonesia dan 8 orang WNA Malaysia.Gempa juga menyebabkan 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan.

Selain itu sekitar 50 orang berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman. Mereka adalah tim survai jalur pendakian Gunung Rinjani yang berasal dari TNGR, BPBD NTB, Geopark, Porter, PVMBG, Orplas, TO, TNI, dan Polri.

[Gambas:Video CNN] (eks/eks)