Jokowi Pakai Sapu Alumni PL Bersihkan Hoaks hingga Korupsi

CNN Indonesia | Minggu, 07/04/2019 20:23 WIB
Jokowi Pakai Sapu Alumni PL Bersihkan Hoaks hingga Korupsi Capres-cawapres 01 Joko Widodo-MA'ruf Amin menyempatkan diri berdoa bersama dengan pendukung di panggung akhir dari acara Pawai Karnaval Bersatu di Kota Tanggerang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor 01 Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi sejumlah alumni Pangudi Luhur (PL) yang membawa sapu lidi saat kampanye di Kota Tangerang, Banten, Minggu (7/4). Sapu lidi tersebut kemudian diangkat ke atas saat Jokowi berpidato.

Jokowi menyatakan sapu yang dibawa para alumni PL sebagai simbol membersihkan berita bohong alias hoaks, hasutan, hingga korupsi.

"Sapu ini adalah untuk membersihkan hoaks, untuk membersihkan hasutan-hasutan, untuk membersihkan korupsi. Ini lah simbolnya sapu, harus bersih," kata Jokowi kepada para pendukungnya.


Jokowi melakukan kampanye bersama calon wakil presiden 01 Ma'ruf Amin. Mereka berdua juga turut didampingi istrinya masing-masing.

Mantan Wali Kota Solo itu mengawali pidato dengan mengajak para pendukungnya untuk mengangkat jempol bersama. Ia menyebut pilpres merupakan pesta demokrasi. Jokowi meminta masyarakat menyambut dengan gembira.


"Pesta itu harus gembira. Jangan sampai pesta demokrasi diciptakan ketakutan-ketakutan. Jangan sampai pesta demokrasi ada yang marah-marah," ujarnya.

Jokowi kemudian mengingatkan pendukungnya waktu pemungutan suara pada 17 April tinggal 10 hari. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta para pendukung menjaga semangat sampai hari pemilihan.

"Jangan kasih kendor, jangan kasih kendor. Harus terus gaspol, setuju. Angkat jari. Bagus," katanya.


Tak lupa, Jokowi juga meminta pendukungnya menjaga kerukunan di tengah kontestasi Pilpres 2019. Ia tak ingin masyarakat terbelah karena berbeda pilihan dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Menurut Jokowi, seluruh peserta pilpres ini merupakan saudara se-bangsa dan se-tanah air.

"Karena hakikat dari pesta demokrasi adalah kegembiraan dalam rangka memilih pemimpin," tuturnya.

"Tapi kalau pilih pemimpin itu dilihat, dilihat memiliki pengalaman atau belum, dilihat track record baik atau engga baik, rekam jejak, rekam jejak tuh harus dilihat," kata Jokowi menambahkan.

Seperti diketahui, Pangudi Luhur merupakan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang identik dengan Sandiaga Uno. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu merupakan alumnus Pangudi Luhur.

Namun demikian, beberapa waktu terakhir, seiring banyaknya gerakan alumni sekolah mendukung capres tertentu di Pilpres 2019, Alumni PL menyatakan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf. Hal itu terlihat dari aksi deklarasi para alumni yang mengatasnamakan PL Bersatu mendeklarasikan dukungan ke kubu 01 pada Februari silam. Hampir 900 alumni PL hadir.

Sandiaga Uno sendiri tak mempermasalahkan dukungan dan deklarasi yang mengatasnamakan alumni. Sandi mengklaim sebetulnya banyak juga alumni Pangudi Luhur yang ingin mendeklarasikan dukungan kepadanya, namun dia melarang.

[Gambas:Video CNN] (fra/ain)