Polisi Bekuk Dua Perampok Modus Pinjam Akun Taksi Online

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 00:30 WIB
Polisi Bekuk Dua Perampok Modus Pinjam Akun Taksi Online Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut pihaknya menangkap dua orang pelaku pencurian dengan modus taksi online. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mengamankan dua orang pelaku berinisial ASA dan GF yang melakukan perampokan dengan modus berpura-pura menjadi pengemudi taksi online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kejadian bermula ketika ASA menyamar menjadi seorang pengemudi taksi online dengan memanfaatkan akun milik saudaranya.

ASA kemudian mendapatkan order atas nama Tauhid dengan tujuan ke Karawang, Jakarta Barat.


"Berawal dari ada penumpang yang sudah memesan di daerah Ancol, memesan taksi online, kemudian datanglah taksi online tersebut yang dikendarai oleh tersangka ASA sebagai pengemudi," tutur Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/4).

Di tengah perjalanan, ASA meminta izin kepada korban untuk bertemu temannya berinisial GF yang membawa STNK mobil yang digunakan tersebut.

Ilustrasi taksi online.Ilustrasi taksi online. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Selain itu, ASA juga minta izin agar GF diperbolehkan ikut menumpang di dalam mobil. Saat itu, ASA beralasan khawatir jika mesti pulang seorang diri dari Karawang.

Korban, kata Argo, sempat tertidur di tengah perjalanan menuju Karawang. Saat itulah, ASA kemudian menghentikan mobilnya. Tersangka GF kemudian mencekik korban dari belakang dan menodongkan pisau dengan tujuan untuk menakuti korban.

Namun, korban sempat melawan tersangka. Melihat hal itu, ASA membantu GF mencekik korban hingga akhirnya korban berada di bawah kendali para tersangka.

"Tersangka kemudian mengambil barang milik korban berupa satu unit handphone dan tas berisi uang sebesar Rp6 juta," tutur Argo.

Tak hanya itu, disampaikan Argo, tersangka juga memaksa korban untuk membuka pakaiannya guna memastikan tidak ada lagi harta benda yang dimiliki oleh korban. Setelahnya, korban pun diturunkan di pinggir jalan di daerah Bekasi, dan para tersangka pun melarikan diri.

"Setelah itu otomatis korban tanpa busana diturunkan di pinggir jalan, akhirnya berjalannya waktu, [korban] melapor ke pihak kepolisan," ucap Argo.

Ilustrasi perampokan di jalan.Ilustrasi perampokan di jalan. (Istockphoto/South_agency)
Argo menyampaikan dari runtutan kejadian, para tersangka diketahui telah merencanakan aksinya tersebut.

"Dari keterangan tersangka ini, mengaku ketinggalan STNK itu sudah direncanakan dengan GF, jadi pura-pura STNK ketinggalan, dan menyiapkan pisau," ucap Argo.

Saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut dan masih mencari pemilik akun taksi online serta mobil yang digunakan tersangka dalam melakukan aksinya.

Lebih lanjut, Argo menuturkan atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)