Banjir Rendam 8 Kecamatan di Bandung, 37 Ribu Warga Terdampak

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 16:20 WIB
Banjir Rendam 8 Kecamatan di Bandung, 37 Ribu Warga Terdampak Warga melintasi genangan banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/2/2018). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Bandung, CNN Indonesia -- Banjir yang menerjang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak tiga pekan terakhir terus meluas. Sementara, di provinsi yang sama, banjir menerjang lima kecamatan di Indramayu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 37.731 jiwa di delapan kecamatan menjadi korban banjir luapan Sungai Citarum tersebut.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Sudrajat, banjir yang menerjang kali ini memiliki dampak kepada belasan ribu warga Kabupaten Bandung yang tinggal di daerah tersebut.


"Total yang terdampak 14.029 kepala keluarga atau 37.731 jiwa," kata Sudrajat, Rabu (9/4).

Sudrajat menjelaskan, korban banjir mulai terdata sejak pertama terjadi sejak air tidak surut lebih dari tiga hari sejak 26 Maret 2019.


Kini, kata dia, banjir terjadi di delapan kecamatan Kabupaten Bandung. Namun tiga kecamatan di antaranya yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang mengalami banjir terparah. Sementara lainnya hanya genangan biasa.

Banjir yang diakibatkan curah hujan yang tinggi dan luapan sungai itu membuat warga terpaksa mengungsi ke posko pengungsian.

"Jumlah pengungsi Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot yaitu 655 KK, 1.747 jiwa, 237 lansia, 94 balita, 3 bumil, 57 batita, 11 ibu menyusui dan 4 disabilitas," ujarnya.

Sudrajat menjelaskan, tinggi muka air di tiga kecamatan terdampak banjir berbeda-beda. Mulai dari 10 sentimeter (cm) hingga 200 cm.

Saat ini, kata Sudrajat, bantuan telah diturunkan. Bahkan dapur umum telah didirikan untuk memfasilitasi bantuan makanan pada korban banjir. Bantuan yang telah disalurkan, kata dia, berupa alas tidur dan selimut di tiga lokasi penampungan.

Sudrajat menerangkan otoritasnya terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak peristiwa banjir.

Luapan Sungai Citarum dan buruknya drainase atau saluran pembuangan air menjadi penyebab banjir di Bandung.Luapan Sungai Citarum dan buruknya drainase atau saluran pembuangan air menjadi penyebab banjir di Bandung. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Terpisah, lima kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilanda banjir akibat luapan Sungai Cimanuk yang terjadi sejak Senin (8/4).

"Saat ini sudah lima kecamatan yang dilanda banjir luapan Sungai Cimanuk," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Eddy Kusdiana di Indramayu, Selasa (9/4) dikutip dari Antara.

Lima kecamatan yang terendam banjir itu adalah Kecamatan Indramayu, Lohbener, Sindang, Cantigi dan Pasekan.

Kondisi banjir terparah kata Eddy terjadi di Desa Kenangan, Kecamatan Indramayu, di mana ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 1 meter.

"Untuk ketinggian air rata-rata sekitar 50 sentimeter‎," ujarnya.

Eddy menambahkan pihaknya tetap waspada, karena debit air dari Bendung Rentang yang dialirkan ke Cimanuk masih di atas normal.

Pada Selasa (9/4) dini hari, air mencapai 925 meter kubik per detik dan saat ini BPBD, Kepolisian, TNI dan pemerintah setempat membangun posko serta dapur umum di beberapa titik.


Sementara seorang warga Warsid mengatakan banjir kiriman saat ini merupakan yang terparah, karena biasanya tidak seperti ini.

"Dahulu pada tahun 2014 pernah terjadi banjir, namun tidak separah saat ini," katanya.

Akibat dari bencana banjir kiriman tersebut, ribuan rumah warga dari 12 desa yang berada di lima kecamatan terendam serta warga yang terdampak mengungsi di tempat lebih aman.

[Gambas:Video CNN] (hyg/arh)