Survei Voxpol: 'Undecided Voters' Pengaruhi Elektabilitas

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 19:42 WIB
Survei Voxpol: 'Undecided Voters' Pengaruhi Elektabilitas Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyebut kemungkinan munculnya lonjakan elektabilitas bagi masing-masing pasangan calon saat Pemilu 2019.

Lonjakan ini berasal dari undecided voters atau orang yang belum menentukan pilihan dalam survei.

"Banyaknya undecided ini karena ketidakjujuran responden dalam menjawab survei," ujar Pangi di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (9/4).


Pangi mengatakan keberadaan undecided voters ini pernah menyebabkan kekalahan salah satu paslon di pemilu Amerika Serikat pada 1982. Saat itu terdapat kandidat kulit hitam bernama Tom Bradley yang mengikuti kontestasi pemilihan gubernur California.


Dari hasil survei, Bradley mengalahkan lawannya. Namun dalam pemilihan ia kalah lantaran banyak pemilih berkulit putih yang tak ingin dianggap rasis saat survei.

"Ini yang disebut efek Bradley akibat ketidakjujuran responden," katanya.

Di Indonesia sendiri, lanjut Pangi, fenomena serupa pernah terjadi saat pemilihan gubernur Jawa Barat dan Jawa Timur pada 2018.

Dari hasil survei, pasangan Ridwan Kamil-Uu berada di posisi nomor satu. Sementara di posisi dua adalah Deddy Mizwar dan Deddy Mulyadi. Namun di hari pemilihan, posisi dua ternyata ditempati Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.


Dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah juga terjadi hal serupa. Saat survei terdapat selisih cukup jauh antara Ganjar Pranowo dengan Sudirman Said. Namun di hari pemilihan, selisih suara keduanya hanya sekitar 17 persen.

"Orang awalnya enggak kenal Ahmad Syaikhu, Sudirman Said, tapi di hari H mengejutkan tingkat keterpilihan mereka," katanya.

Dari hasil survei Voxpol pada 18 Maret sampai 1 April 2019, masih ada 7,9 persen dari 1.600 responden undecided voters. Ia mengatakan masing-masing paslon harus berusaha meyakinkan para pemilih yang belum memutuskan agar dapat segera menjatuhkan pilihannya.

Pangi sendiri belum dapat memprediksi akan ke mana para undecided voters ini menjatuhkan pilihannya. Menurut dia, undecided voters ini sama-sama berpeluang menjatuhkan pilihan ke Jokowi maupun Prabowo.

"Ini akan jadi split undecided, bisa ke Jokowi atau Prabowo. Angkanya rata-rata 7-13 persen kalau dikonversi bisa sampai jutaan orang," ucapnya.

Dari hasil survei, para undecided voters yang akan memutuskan pilihannya ketika sudah di bilik suara adalah sebesar 27,9 persen. Sementara sisanya baru akan memutuskan setelah melihat penampilan debat, sebelum ke TPS, dan menunggu calon memberi hadiah.

"Jadi baik 01 maupun 02 harus bisa mengelola beberapa isu dengan pendekatan bisa ke ulama atau tokoh masyarakat," ucapnya.


[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)