Bowo Sidik soal Amplop: Yang Jelas Partai Kami Dukung 01

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 21:02 WIB
Bowo Sidik soal Amplop: Yang Jelas Partai Kami Dukung 01 Tersangka kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo Sidik Pangarso di Gedung KPK, Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo Sidik Pangarso tak menjelaskan keterkaitan 400 ribu amplop serangan fajar untuk pileg atau Pilpres 2019.

Hanya saja, Bowo menyampaikan bahwa partainya, Golkar, mendukung nomor 01. Dalam Pilpres 2019, angka 01 merupakan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Yang jelas partai kami dukung 01," kata Bowo saat ditanya soal keterkaitan amplop tersebut untuk pilpres atau pileg di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4).


Setelah menyampaikan hal itu, Bowo langsung naik ke mobil tersangka dan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK. Ia pun sempat mengatakan bahwa 400 ribu amplop dikumpulkan atas perintah politikus Partai Golkar, Nusron Wahid.


"Nusron meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu amplop," katanya.

Sementara itu pengacara Bowo Sidik, Saut Edward Rajagukguk mengatakan amplop tersebut tidak ada kaitannya dengan pilpres. Amplop itu murni dikumpulkan untuk kepentingan pileg.

Ditanya soal Amplop, Bowo Sidik Sebut Golkar Dukung 01Barang bukti uang senilai Rp8,4 miliar dalam kardus berisi amplop untuk serangan fajar. CNN Indonesia/Andry Novelino
Menurutnya, amplop itu akan dibagikan ke Jawa Tengah atas perintah Nusron selaku koordinator bidang pemenangan pemilu Partai Golkar. Uang itu akan dibagikan di daerah pemilihan Bowo, yakni Jawa Tengah II agar masyarakat memilihnya di Pileg 2019.

KPK sendiri pernah mengungkapkan bahwa di amplop tersebut tertera cap jempol di atasnya. Namun, Juru Bicara KPK Febri Diansyah enggan mengaitkan cap jempol tersebut dengan kontestasi politik atau lambang pasangan calon tertentu.

"KPK juga mengingatkan dan meminta semua pihak untuk tidak mengait-kaitkan KPK dengan isu politik praktis karena yang dilakukan adalah proses penegakan hukum," katanya.

Sebelumnya, KPK menyebut bahwa 400 ribu amplop yang menjadi barang bukti dalam kasus suap yang menjerat anggota DPR RI Bowo Pangarso diisi dalam waktu satu bulan. Setidaknya ada Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu dalam 400 ribu amplop tersebut.


[Gambas:Video CNN] (sah/pmg)