Bawaslu Buka Peluang Panggil Luhut soal Amplop untuk Kiai

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 12:12 WIB
Bawaslu Buka Peluang Panggil Luhut soal Amplop untuk Kiai Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI membuka peluang untuk memanggil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam kasus pemberian amplop kepada Kiai Zubair Muntasor di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 30 Maret lalu.

"Nanti kita lihat, kalau bisa dipanggil ya akan kami panggil," kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja saat dihubungi, Rabu (10/4).


Sebelumnya, Luhut dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) atas tindakan pemberian amplop itu. Luhut dinilai melakukan kampanye terselubung.


Bagja belum bisa memastikan waktu pemanggilan. Sebab saat ini Bawaslu masih melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

Bagja menyebut pemeriksaan Luhut dilakukan di Jakarta. Namun menunggu laporan dari Bawaslu Bangkalan.

"Masih diproses di Bangkalan, di Bawaslu Bangkalan. Kan kejadiannya di Bangkalan," ujarnya.

Sebelumnya, tersiar video yang menayangkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberi amplop kepada Kiai Zubair. Luhut sempat mengklarifikasi uang itu untuk pengobatan Kiai Zubair.


Namun, ACTA bersikukuh melaporkan Luhut ke Bawaslu, Jumat (5/4). Luhut dilaporkan dengan dugaan melanggar UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 283 ayat 1 dan 2.

Terkait pemberian amplop untuk Zubair tersebut, Luhut sudah membantah dirinya melakukan praktik jual beli suara.

Menurut Luhut, memberikan bantuan kepada kiai yang membutuhkan merupakan budaya di pesantren Nadhlatul Ulama (NU). Terlebih, Zubair merupakan teman lamanya. Luhut sendiri mengaku menerima batu akik dan batik dari kiai tersebut sebagai bentuk oleh-oleh.

Tak hanya itu, Luhut membantah dirinya berkampanye dan terang-terangan memberi amplop untuk memberi suara, apalagi di depan wartawan.

"Beliau (Zubair) kan sudah 80 tahun. Ada wartawan di sana, saya tahu kok. Tidak ada niat mau kampanye. Sogok-sogok itu kan money politic," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (8/4).


[Gambas:Video CNN] (dhf/kid)