KKP Protes Kapal Anak Buah Susi Diintervensi Patroli Malaysia

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 14:37 WIB
KKP Protes Kapal Anak Buah Susi Diintervensi Patroli Malaysia Kapal Pengawas (KP) Hiu 012, Hiu 013, Hiu 014 dan Hiu 015 milik DItjen PSDKP KKP. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal Patroli (KP) Hiu milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Susi Pudjiastuti diintervensi Kapal Maritim Malaysia di Perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (3/4) lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (10/4).

"Ya [benar]," ucapnya.


Namun ia menolak menjelaskan secara rinci terkait kronologi insiden intervensi tersebut. Agus berkata, pihaknya sedang melakukan proses nota diplomatik melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) saat ini.

"Peristiwa intervensi kami sedang proses nota diplomatik melalui Kemenlu. Mohon waktunya, biar surat kami kirimkan dulu," ucapnya.



Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi setelah KP Hiu menangkap kapal nelayan berbendera Malaysia, KHF 1256, yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia, Rabu (3/4) silam.

Namun demikian, tidak ada kejadian serius akibat peristiwa tersebut meski KP Hiu sempat terus dikejar oleh Kapal Maritim Malaysia.

Diketahui, KKP terus melakukan penangkapan terhadap kapal pencuri ikan. Pada 2 April, KP Hiu 011 menangkap dua kapal asing asal Vietnam BV 92468 TS yang berisi delapan ABK dan kapal BV 92467 TS dengan tiga ABK, di Laut Natuna Utara. Kedua kapal itu disebut melakukan penangkapan ikan secara ilegal atau Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF) dan menggunakan alat tangkap pair trawl.

Pada Selasa (9/4), KP Hiu Macan Tutul 002 menangkap dua kapal Malaysia, yakni KM. PKFA 8888 (dengan bobot 61,70 Gross Ton) dan kapal PKF 7878 (67,63 GT). Dua kapal yang memiliki sembilan orang awak kapal warga negara Myanmar itu pun digiring menuju PSDKP Batam.

[Gambas:Video CNN] (mts/arh)