Jokowi Lebih Banyak Beriklan di TV Ketimbang Prabowo

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 17:37 WIB
Jokowi Lebih Banyak Beriklan di TV Ketimbang Prabowo Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin (kiri) disebut lebih banyak beriklan di televisi ektimbang pasangan Prabowo-Sandiaga Uno (kanan). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yayasan SatuDunia Indonesia menyatakan pasangan calon nomer urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih banyak memasang iklan di televisi daripada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan terhadap empat televisi nasional, yakni Metro TV, TV One, SCTV, dan Global TV.

Program Manager SatuDunia Anwari Natari mengatakan paslon 01 diketahui memasang 41 iklan dan paslon 02 sebanyak 28 iklan pada rentang jam 13.00-22.00 WIB sejak 23 Maret hingga 7 April 2019.


"Pasangan Jokowi-Ma'ruf lebih banyak kampanye di televisi dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno," ujar Anwari di Media Center Bawaslu, Jakarta, Rabu (10/4).

Anwari memaparkan Jokowi-Ma'ruf paling banyak memasang iklan di Metro TV. Dari hasil pemantauan, paslon 01 memasang 14 iklan dan paslon 02 sebanyak tujuh iklan. Di SCTV, Anwari menyampaikan kedua paslon diketahui sama-sama memasang sebanyak 15 iklan.

KPU membatasi jumlah tayang iklan politik di televisi.KPU membatasi jumlah tayang iklan politik di televisi. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
"TV One yang kita duga cenderung [berpihak pada] 02 ternyata 02 belum beriklan selama dua minggu ini. Di Global TV juga cenderung berimbang paslon 01 sebanyak delapan iklan dan paslon 02 sebanyak enam iklan," ujarnya.

Senada pula dalam hal biaya iklan di televisi. SatuDunia menyebut Jokowi-Ma'ruf mengeluarkan biaya iklan Rp2.139.000.000 (Rp2,13 miliar). Rinciannya, biaya iklan di SCTV Rp1.225.000.000; MetroTV Rp504.000.000; Global TV Rp290.000.000; dan TV One Rp120.000.000.

Sementara Prabowo-Sandi menghabiskan biaya iklan Rp2.003.000.000, dengan rincian SCTV Rp1.470.000.000; Global TV Rp300.000.000; MetroTV Rp233.000.000.

Isu Pragmatis

Lebih lanjut, Anwari menyampaikan hasil pemantauan pihaknya memperlihatkan bahwa kedua paslon hanya menggarap tiga isu dalam iklannya. Yakni, keberagaman, ekonomi, serta demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Ia berkata, kedua paslon tidak pernah memasang iklan yang berkaitan dengan isu gender, korupsi, keadilan hukum, bencana alam, hoaks, dan disabilitas.

Untuk isu keberagaman, Anwari berkata paslon 01 memasang lima iklan. Sementara Prabowo-Sandi tidak pernah. Terkait isu ekonomi, Anwari menyebut paslon 01 memasang 16 iklan dan paslon 02 enam iklan. Sementara terkait isu demokrasi dan HAM, ia berkata paslon 01 memasang 25 iklan dan paslon 02 memasang 22 iklan.

Iklan Jokowi di Televisi Disebut Lebih Banyak dari PrabowoFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
"Jadi yang terisi baru isu keberagaman, ekonomi, dan demokrasi dan hak asasi manusia," ujar Anwari.

Terkait dengan isu dalam iklan kampanye itu, Anwari menilai kedua paslon masih sekedar mengakomodasi pragmatisme rakyat. Ia melihat kedua paslon mengesankan rakyat hanya membutuhkan ketiga isu itu.

"Formatnya masih isu keindahan, belum masuk ke masyarakat sipil," ujarnya.

Menurut Anwari, kedua paslon masih memiliki kesempatan untuk memasang iklan berkaitan dengan sejumlah isu lain di sisa waktu sebelum pencoblosan pada 17 April 2019.

Dikutip dari situsnya, SatuDunia/OneWorld Indonesia merupakan lembaga nirlaba yang menangani informasi, komunikasi, pengetahuan dan teknologi, untuk organisasi masyarakat sipil di Indonesia. Lembaga ini resmi menjadi yayasan pada 16 Desember 2006.

[Gambas:Video CNN] (jps/arh)