Polisi Duga Tol Jagorawi Bukan TKP Pembunuhan Wanita Hamil

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 21:03 WIB
Polisi Duga Tol Jagorawi Bukan TKP Pembunuhan Wanita Hamil lustrasi TKP pembunuhan. (Istockphoto/joebelanger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menduga lokasi temuan jasad perempuan hamil di dekat Tol Jagorawi, Jakarta, bukanlah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan.

Kapolsek Makassar Jakarta Timur Kompol L. Lumban mengatakan lokasi di mana jasad korban ditemukan diduga menjadi lokasi pembuangan saja.

"Kemungkinan ini dibuang, TKP [pembunuhan] bukan di situ, ada dugaan dibuang," ujar kata Lumban di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/4).


Lumban menyampaikan dugaan bahwa korban dibunuh menguat setelah pihaknya menemukan sejumlah luka di tubuh korban, mulai dari luka di bagian dahi hingga bekas injakan kaki pada bagian punggung korban.

Untuk luka di dahi korban, Lumban menduga merupakan hasil dari pukulan benda tumpul.

"Kami duga bekas benda tumpul karena lukanya remek gitu, bukan karena benda tajam bukan ditusuk atau golok bukan. tapi sementara kami duga itu adalah karena benda tumpul," tuturnya.

Lebih lanjut, Lumban menyebut hingga kini pihaknya masih terus mencari identitas dari korban. Rencananya, polisi juga akan membuat sketsa wajah korban untuk mempermudah pengungkapkan identitas.

Sebelumnya, Polsek Makassar juga telah menyebar brosur yang berisi ciri-ciri korban ke seluruh wilayah Jakarta. Tujuannya, agar ada pihak yang kemudian bisa memberikan informasi perihal identitas korban kepada pihak kepolisian.

"Kita ini lagi bikin sketsa wajah tapi belum keluar, nanti kalu sudah keluar kita sebar," ujar Lumban.

Diketahui, mayat seorang perempuan yang tengah hamil tua ditemukan di dekat Tol Jagorawi, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Minggu (7/4).

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui dalam kondisi hamil dengan usia kandungan antara delapan sampai sembilan bulan.

"Nanti kalau sudah ada keluarga korban, baru di autopsi dan baru kita bisa tahu penyebab kematiannya," ucap Lumban, Selasa (9/4).

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)