Novel: Ini Bukan Dua Tahun Diserang, Tapi Tidak Diungkap

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 17:17 WIB
Novel: Ini Bukan Dua Tahun Diserang, Tapi Tidak Diungkap Novel Baswedan berharap pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya segera terungkap. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menolak menyebut hari ini sebagai peringatan dua tahun dia mengalami serangan. Bagi Novel, hari ini adalah peringatan penyerangan yang tidak diungkap.

"Tapi ini momentum yang digunakan bahwa sudah dua tahun saya diserang tidak diungkap," ujar Novel kepada pewarta yang menemuinya di Gedung KPK, Kamis (11/4).

Novel menegaskan bahwa teror yang ia hadapi juga dialami oleh rekan-rekan kerja di KPK. Meski teror itu masih terus terjadi, ia menilai belum ada satu pun yang berhasil diungkap.


Novel tak banyak berharap. Ia hanya ingin teror yang diterima penyidik KPK terungkap.

"Kalaupun itu terjadi, maka negara harus hadir. Tidak boleh kemudian aparat, pegawai KPK, dalam kasus ini, kemudian diganggu dan dibiarkan," jelasnya.
Pada 11 April ini dua tahun lalu, Novel menerima serangan dari orang tak dikenal. Wajahnya disiram air keras sehingga melukai kedua matanya. Sebelah matanya pun menjadi buta akibat serangan tersebut. Hingga kini belum ada satu pun pelaku yang ditangkap.

Polisi telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus penyerangan itu, tapi belum berhasil menuntaskannya hingga saat ini.

Tito membentuk tim khusus pada awal Januari 2019, setelah menerima rekomendasi dari Komnas HAM yang terbit pada 21 Desember 2018.
Dalam rekomendasi itu disebutkan bahwa Novel pernah menyebut dugaan keterlibatan seorang jenderal polisi dalam kasus yang dialaminya.

Pembentukan tim oleh Tito mendapat kritik. Sebagian pihak menganggap tim dihuni oleh orang-orang yang selama ini dekat dengan kepolisian.

Adapun soal kerja, tim khusus yang dibentuk Tito nyaris tidak terdengar perkembangan kinerjanya.
[Gambas:Video CNN] (bin/ugo)