Sidang Tuntutan 'Ujaran Idiot' Dhani Ditunda Dua Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 04:50 WIB
Sidang Tuntutan 'Ujaran Idiot' Dhani Ditunda Dua Pekan Ahmad Dhani. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sidang pembacaan tuntutan, kasus pencemaran nama baik lewat ujaran idiot', terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo, ditunda karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku belum siap membacakannya.

Padahal, tuntutan itu rencananya bakal dibacakan saat persidangan Kamis (11/4) di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya.

Penundaan itu, kata jaksa Winarko lantaran berkas tuntutan untuk Dhani masih belum siap.


"Kami menyatakan karena tuntutan terdakwa belum siap, kami mohon diundur satu minggu," ujar Winarko kepada majelis hakim.
Mendengar hal itu Ketua Majelis Hakim, Anton Widyopriyono mulanya memutuskan bahwa sidang itu akan ditunda pada Kamis (25/4) mendatang.

"Baik, karena kami ada yang cuti dalam rangka Pemilu atau coblosan, agak sedikit panjang, kita beri waktu sampai tanggal 25 (April)," katanya.

Namun, ketua tim kuasa hukum Dhani, Aldwin Rahadian Megantara merasa keberatan dengan penundaan tersebut. Ia pun meminta majelis hakim agar memajukan agenda sidang tersebut.

"Izin yang mulia, kalau diperkenankan karena dengan terbatasnya waktu, kira-bisa tanggal 23 (April) hari Selasa," ujar Aldwin, dalam persidangan.
Mendengar keberatan itu, majelis hakim pun mengabulkan permintaan kuasa hukum Dhani. Ia pun memutuskan untuk kembali menggelar sidang, Selasa (23/4) dua pekan depan.

"Baik, saya minta agar tidak ditunda-tunda lagi, maka penundaan menjadi hari Selasa, jamnya tetap jam 13.00," kata Anton kepada JPU

Usai persidangan, Aldwin pun mengatakan bahwa pihaknya mencoba berpikir positif atas penundaan tersebut. Meski secara waktu mereka merasa dirugikan lantaran kliennya harus mendekam di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

"Apa pun itu pertimbangannya saya harap bahwa jaksa ini berdasarkan pada fakta-fakta persidangan sehingga objektifitas nanti yang dilihat," kata Aldwin.
[Gambas:Video CNN] (frd/ugo)