Peneliti LSI Denny JA , Ardian Sopa mengatakan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan angka 54,9 persen sampai 64,8 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 35,2 persen hingga 45,1 persen.
Rinciannya Jokowi-Ma'ruf unggul di pemilih islam yang terafiliasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan angka 60,4 persen hingga 70,3 persen. Prabowo-Sandi dengan angka 29,7 persen hingga 39,6 persen. NU sendiri menyumbang 50,1 persen dari jumlah responden pemilih Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ardian menjelaskan, Prabowo-Sandi unggul di kalangan pemilih dari FPI dengan angka 95,1 persen hingga 100 persen dan dari pengikut PA 212 dengan angka 45,1 persen hingga 55 persen. Catatan, 0,3 persen responden berasal dari FPI dan 0,3 persen responden dari PA 212.
Berdasarkan hasil Survei LSI sejak Agustus 2018, Ardian mencatat Jokowi-Ma'ruf memang sudah mendominasi perolehan suara di segmen pemilih muslim.
"Dalam kurun waktu sembilan bulan hampir semua bulan Jokowi-Ma'ruf stabil unggul dua digit," kata Ardian.
"Pendukung non-Islam jadi basis militan Jokowi-Ma'ruf. Unggul telak dibandingkan Prabowo. 11,6 persen responden merupakan non-Islam," kata Ardian.
Survei dilakukan pada 4 sampai 9 April 2019 yang melibatkan 2.000 responden dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei ini sebesar 2,2 persen.
Dalam survei kali ini, peneliti tidak hanya bertanya langsung ke responden soal pilihan politik. Akan tetapi responden, diberikan simulasi pemilihan surat suara.
Simulasi ini juga menunjukkan ada 0,5 persen suara tak sah karena masih ada kesalahan yang dilakukan responden ketika mencoblos.
Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan wawancara mendalam. (jnp/osc)