Gempa Sulteng, PVMBG Sebut Sesar di Banggai Curam dan Lapuk

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 21:53 WIB
Gempa Sulteng, PVMBG Sebut Sesar di Banggai Curam dan Lapuk Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani (tengah). (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)
Bandung, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyatakan gempa bumi dengan magnitudo 6,9 yang berpusat di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, diduga akibat aktivitas sesar di daerah itu. Struktur sesar itu sendiri berbentuk curam dengan batuan yang kebanyakan lapuk.

"Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar di daerah tersebut," kata Kepala PVMBG Kasbani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/4).

Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 122,54° BT dan 1,90° LS, dengan magnitudo 6,9 pada kedalaman 10 km, berjarak 87 km Baratdaya Banggai-Kep, Sulawesi Tengah. Gempa susulan terjadi pukul 19:03:55 WIB dengan manitudo 5,0.


Menurut Kasbani, kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi adalah wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi. Wilayah itu tersusun oleh batuan sedimen dan batuan malihan (batuan metamorf) berumur Pra Tersier yang membentuk lajur sesar dengan lereng curam dan kebanyakan lapuk.

Batuan yang lapuk, urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated) ini, kata dia, dapat bersifat memperkuat guncangan gempa bumi.


Kasbani menyebutkan dampak gempa dirasakan di Sumalata dengan intensitas III skala Modified Mercalli Intensity (MMI), Manado II MMI, Gorontalo II - III MMI, Kotamubagu III MMI, Poso, Morowali, Banggai dan Palu IV MMI, Kolaka Utara dan Toli-toli III-IV MMI, Kendari II-III MMI, Manado, Pinrang, Konawe dan Makassar II MMI. Pos Pengamatan G. Colo, G. Lokon Mahawu, G. Ambang, dan G. Soputan melaporkan dg Intensitas III MMI.

PVMBG Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Serta tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Taliabu, Maluku Utara Sutomo Teapon menyebut dua kali gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Taliabu. Pasalnya, jarak ke lokasi gempa mencapai 257 kilometer.

"Sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kerusakan maupun korban jiwa. Warga agar tetap waspada meski tidak perlu panik," tuturnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/4).

Sementara Staf BMKG Ternate Taufan Taufik mengatakan, laporan gempa yang dirasakan di Taliabu sebesar III sampai IV Modified Mercalli Intensity (MMI).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut banyak warga di sekitar pesisir di luar Morowali mengungsi ke bukit-bukit dan daerah yang tinggi, seperti warga Luwuk di Kabupaten Banggai dan warga Kabupaten Banggai Kepulauan.


Pada saat gempa, listrik diketahui padam di beberapa wailayah.

"Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat merakan guncangan gempa yang keras. Warga Kota Palu merasakan guncangan gempa keras selama 6 detik. Guncangan gempa keras juga dirasakan warga Luwu Timur selama 4 detik, warga Banggai selama 6 detik," tuturnya, dalam pesan tertulis.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kata Sutopo, saat ini masih melakukan pendataan dan pemantauan dampak gempa magnitudo 6,9.

[Gambas:Video CNN] (hyg)